Page 373 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 11 AGUSTUS 2020
P. 373

Ringkasan

              Pemerintah akan memberikan bantuan subsidi upah yang dimulai dari pekerja atau buruh yang
              bertujuan untuk melindungi, mempertahankan, dan meningkatkan kemampuan ekonomi bagi
              15.725.232 pekerja atau buruh selama masa pandemi Covid-19.



              PEMERINTAH BAKAL BERIKAN SUBSIDI UPAH UNTUK BURUH

              BATAMTODAY.COM, Jakarta  -  Pemerintah akan memberikan bantuan subsidi upah yang dimulai
              dari pekerja atau buruh yang bertujuan untuk melindungi, mempertahankan, dan meningkatkan
              kemampuan ekonomi bagi 15.725.232 pekerja atau buruh selama masa pandemi Covid-19.

              Hal tersebut disampaikan Menteri Ketenagakerjaan (Menaker), Ida Fauziah, saat memberikan
              keterangan pers di Kantor Presiden, Provinsi DKI Jakarta, Senin (10/8/2020).

              "Bantuan  pemerintah  ini  merupakan  program  stimulus  yang  dikoordinasikan  dan  dibahas
              bersama  tim  Satgas  Pemulihan  Ekonomi  Nasional  Kementerian  BUMN,  Kementerian
              Ketenagakerjaan, Kementerian Keuangan, dan BPJS Ketenagakerjaan," ujar Menaker, demikian
              dikutip laman resmi Setkab RI.

              Adapun pekerja atau buruh yang mendapatkan bantuan, menurut Menaker, harus memenuhi
              persyaratan, yaitu:  Pertama, warga negara Indonesia yang dibuktikan dengan nomor induk
              kependudukan;  Kedua, terdaftar sebagai peserta Jaminan Sosial Tenaga Kerja yang masih aktif
              di BPJS Ketenagakerjaan yang dibuktikan dengan nomor kartu kepesertaan;  Ketiga, peserta
              membayar iuran dengan besaran iuran yang dihitung berdasarkan upah dibawah Rp 5 juta sesuai
              upah yang dilaporkan kepada BPJS Ketenagakerjaan;  Keempat, memiliki rekening bank yang
              masih aktif dan tidak termasuk dalam peserta penerima manfaat program Kartu Prakerja dan
              peserta membayar iuran sampai dengan bulan Juni 2020.

              "Nantinya  proses  penyaluran  bantuan  pemerintah  berupa  subsidi  upah  oleh  bank  penyalur
              dilakukan  dengan  memindahbukukan  dana  dari  bank  penyalur  kepada  rekening  penerima
              bantuan pemerintah melalui bank-bank BUMN yang terhimpun dalam Himbara (Himpunan Bank
              Milik Negara)," imbuh Menaker.

              Mekanisme penyaluran subsidi upah ini, menurut Menaker, diberikan kepada pekerja atau buruh
              sebesar Rp 600.000 per bulan selama 4 bulan, kalau di total Rp 2,4 juta yang akan diberikan
              setiap 2 bulan sekali yang artinya satu kali pencairan subsidi itu sebesar Rp 1,2 juta.

              "Untuk  data  calon  penerima  bantuan  upah  ini  bersumber  dari  data  kepesertaan  BPJS
              Ketenagakerjaan yang telah dilakukan verifikasi dan validasi oleh BPJS Ketenagakerjaan sesuai
              kriteria dan persyaratan yang ditentukan. BPJS Ketenagakerjaan bertanggung jawab mengenai
              kebenaran data penerima manfaat yang diberikan kepada pekerja atau buruh," imbuhnya.

              Pemerintah, lanjut Menaker, menggunakan data BPJS Ketenagakerjaan sebagai dasar pemberian
              bantuan subsidi secara cepat dan tepat sasaran karena saat ini data BPJS Ketenagakerjaan dinilai
              paling akurat dan lengkap sehingga akuntabel dan valid.

              "Ini dilakukan oleh Pemerintah diberikan kepada pekerja yang terdaftar sebagai peserta BPJS
              Ketenagakerjaan  adalah  untuk  memberikan  apresiasi  kepada  para  pekerja  atau  buruh  yang
              sudah terdaftar dan aktif membayar iuran BPJS Ketenagakerjaan," kata Menaker.
              Ini juga dimaksudkan, menurut Menaker, sebagai momentum untuk meningkatkan kepesertaan
              Jamsostek sebagai bagian dari upaya transformasi menuju Indonesia maju. Ia menambahkan
              bahwa data penerima bantuan subsidi upah ini diambil dari data BPJS Ketenagakerjaan dengan

                                                           372
   368   369   370   371   372   373   374   375   376   377   378