Page 382 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 11 AGUSTUS 2020
P. 382

Sebab,  data  penerima  sudah  terverifikasi  dan  langsung  masuk  ke  rekening  penerima,  serta
              pelaksanaan program diawasi oleh banyak pihak.


              MENAKER JAMIN BLT CORONA BUAT PEKERJA GAJI RP5 JUTA TAK BOCOR

              Jakarta -  Menteri Ketenagakerjaan (Menaker)  Ida Fauziyah  menjamin bantuan langsung tunai
              (  BLT  ) berupa subsidi upah kepada pekerja dengan gaji di bawah Rp5 juta tidak akan bocor
              atau disalahgunakan.
              Sebab,  data  penerima  sudah  terverifikasi  dan  langsung  masuk  ke  rekening  penerima,  serta
              pelaksanaan program diawasi oleh banyak pihak.

              Ida  menjelaskan  data  calon  penerima  subsidi  upah  senilai  total  Rp2,4  juta  per  pekerja
              menggunakan  data  kepesertaan  program  asuransi  ketenagakerjaan  di  BP  Jamsostek.  BP
              Jamsostek sudah mengidentifikasi dan memverifikasi seluruh calon penerima yang memenuhi
              syarat.

              "Setelah verifikasi akan langsung ditransfer langsung ke nomor rekening penerima atau pekerja,
              jadi tidak mampir ke mana-mana karena langsung ke rekening," ujar Ida di Istana Kepresidenan
              Jakarta, Senin (10/8).

              Syaratnya  pun  cukup  ketat,    pertama    ,  merupakan  Warga  Negara  Indonesia  (WNI)  yang
              dibuktikan dengan Kartu Tanda Penduduk (KTP).

              Kedua,  terdaftar sebagai peserta BP Jamsostek yang masih aktif di program kepesertaan.

              Ketiga  , peserta membayar besaran iuran berdasarkan ketentuan iuran bagi pekerja di bawah
              Rp5 juta sesuai yang dilaporkan ke BP Jamsostek.

              Keempat, memiliki rekening bank yang masih aktif.

              Kelima  , tidak masuk dalam peserta penerima manfaat Kartu Prakerja.

              Keenam  , peserta membayar iuran BP Jamsostek sampai Juni 2020.

              "BPJS Ketenagakerjaan (sekarang BP Jamsostek) bertanggung jawab mengenai kebenaran data
              dan manfaat kepada buruh dan pekerja," katanya.
              Selain dari sisi verifikasi dan transfer langsung, Ida menjamin dananya tidak disalahgunakan
              karena  pemerintah  mendapat  pendampingan  dari  sejumlah  lembaga  dalam  pelaksanaan
              program.  Mulai  dari  Kepolisian,  Kejaksaan  Agung,  Badan  Pemeriksa  Keuangan  (BPK),  Badan
              Pengawas Keuangan Pemerintah (BPKP), hingga Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
              "Kami sungguh meminta pendampingan dari aparat hukum, dari Kepolisian, Kejaksaan, BPK,
              BPKP, KPK dalam rangka meyakinkan kami sebagai pengguna anggaran agar program tepat
              sasaran," jelasnya.

              Kendati  begitu,  Deputi  Pencegahan  KPK  Pahala  Nainggolan  meminta  pemerintah  dan  BP
              Jamsostek untuk memberi akses kepada lembaganya agar bisa mengakses data penerima subsidi
              upah. Tujuannya, agar KPK juga bisa melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan program.

              "Kami  minta  kerja  sama  BPJS  Ketenagakerjaan  dan  Kementerian  Ketenagakerjaan  untuk
              mengizinkan  tim  kami  melihat  data  termasuk  mengambil  contoh  per  wilayah  dari  beberapa
              perusahaan untuk meyakinkan bahwa yang dituju adalah penerima yang tepat," ucap Pahala
              pada kesempatan yang sama.

                                                           381
   377   378   379   380   381   382   383   384   385   386   387