Page 511 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 11 AGUSTUS 2020
P. 511
Judul Sri Mulyani gelontorkan 4 bansos baru dan gaji ke-13 bagi PNS untuk
kerek ekonomi
Nama Media kontan.co.id
Newstrend Santunan Pegawai Swasta
Halaman/URL https://nasional.kontan.co.id/news/sri-mulyani-gelontorkan-4-bansos-
baru-dan-gaji-ke-13-bagi-pns-untuk-kerek-ekonomi
Jurnalis Yusuf Imam Santoso
Tanggal 2020-08-10 16:44:00
Ukuran 0
Warna Warna
AD Value Rp 17.500.000
News Value Rp 52.500.000
Kategori Kementerian Ketenagakerjaan
Layanan Korporasi
Sentimen Positif
Ringkasan
Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Muluyani Indrawai mengatakan pihaknya segera menyalurkan
tambahan bantuan sosial (Bansos) pada September 2020. Kebijakan ini diambil untuk
memberikan dorongan konsumsi masyarakat sehingga ekonomi tidak minus di kuartal III-2020.
Pertama, Bansos Pertama, bansos produktif sebesar Rp 30 triliun untuk 12 juta Usaha Mikro Kecil
Menengah (UMKM) kelas mikro dan ultra mikro. Kedua, bansos dalam bentuk beras sebanyak
15 kilogram per kepala keluarga, untuk 10 juta penerima program keluarga harapan (PKH)
dengan anggaran Rp 4,6 triliun.
SRI MULYANI GELONTORKAN 4 BANSOS BARU DAN GAJI KE-13 BAGI PNS UNTUK
KEREK EKONOMI
JAKARTA.
Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Muluyani Indrawai mengatakan pihaknya segera menyalurkan
tambahan bantuan sosial (Bansos) pada September 2020. Kebijakan ini diambil untuk
memberikan dorongan konsumsi masyarakat sehingga ekonomi tidak minus di kuartal III-2020.
Pertama, Bansos Pertama, bansos produktif sebesar Rp 30 triliun untuk 12 juta Usaha Mikro Kecil
Menengah (UMKM) kelas mikro dan ultra mikro. Kedua, bansos dalam bentuk beras sebanyak
15 kilogram per kepala keluarga, untuk 10 juta penerima program keluarga harapan (PKH)
dengan anggaran Rp 4,6 triliun.
Ketiga, bansos dalam bentuk bantuan langsung tunai (BLT) sebesar Rp 500.000 per penerima
kartu sembako dengan anggaran mencapai Rp 5 triliun. Keempat, bansos berupa BLT sebesar
Rp 600.000 untuk sekitar 13 juta pekerja dengan pagu anggaran senilai Rp 31 triliun. Ini
diberikan untuk pekerja yang memiliki penghasilan di bawah Rp 5 juta per bulan.
Dalam hal anggaran, Sri Mulyani memastikan ini tidak menambah defisit. Sebab, Rp 70,6 triliun
itu berasal dari Daftar Isian Investaris Anggaran (DIPA) yang belum selesai di pagu program
510

