Page 506 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 11 AGUSTUS 2020
P. 506

"Adapun pekerja atau buruh yang mendapat bantuan harus memenuhi syarat sebagai berikut
              yaitu  Warga  Negara  Indonesia  yang  dibuktikan  dengan  Nomor  Induk  Kependudukan  (NIK),
              anggota BPJS Ketenagakerjaan yang dibuktikan dengan kartu kepersertaan dan peserta aktif
              yang membayar iuran dihitung berdasarkan upah di bawah Rp5 juta sesuai dengan upah yang
              dilaporkan ke BPJS Ketenagakerjaan," tambah Ida.

              Selanjutnya pekerja sektor formal itu harus memiliki rekening bank yang aktif dan tidak termasuk
              peserta penerima manfaat Kartu Pra Kerja dan membayar iuran BPJS Ketenagakerjaan sampai
              Juni 2020.

              "Nantinya  penyaluran  subsidi  upah  dilakukan  dengan  memindahbukukan  dari  bank  penyalur
              subsidi  ke  rekening  penerima  bantuan  pemerintah  melalui  bank-bank  BUMN  yang  ada  di
              Himbara," ungkap Ida.

              Mekanisme subsidi upah tersebut, menurut Ida, diberikan kepada pekerja atau buruh sebesar
              Rp600  ribu/bulan  sehingga  totalnya  para  pekerja  mendapat  Rp2,4  juta  dalam  4  bulan  yang
              diberikan setiap 2 bulan sekali artinya sekali pencairan subsidi adalah sebesar Rp1,2 juta.

              "Untuk data calon penerima upah bersumber data BPJS Ketenagakerjaan yang dilakukan validasi
              dan verifikasi oleh BPJS Ketenagakerjaan sesuai kriteria dan persyarakat yang ditentukan. BPJS
              Ketenagakerjaan bertanggung jawab terhadap kebenaran data subsidi upah yang diberikan ke
              buruh," kata Ida.

              Menurut Ida, pemerintah memutuskan untuk menggunakan data BPJS Ketenagakerjaan karena
              dinilai paling akurat dan lengkap sehingga akuntabel dan valid.

              "Subsidi upah ini diberikan pemerintah untuk memberikan apresiasi kepada pekerja atau buruh
              yang  terdaftar  dan  aktif  membayar  iuran  BPJS  Ketenagakerjaan  dan  dimaksudkan  sebagai
              momentum untuk meningkatkan keanggotaan Jamsostek," tambah Ida.

              Data 15.725.232 orang yang dinilai layak mendapat subsidi upah itu, menurut Ida, adalah data
              per 30 Juni 2020.

              "Pekerja bisa berasal dari bidang pekerjaan apa saja, tidak dibatasi yang penting peserta BPJS
              Ketenagakerjaan  dan  dimiliki  upah  di  bawah  Rp5  juta,  jadi  tidak  ada  pernyaratan  bidang
              pekerjaannya," ungkap Ida.

              Kementerian Ketenagakerjaan juga sudah membentuk tim koordinasi pelaksanaan dengan BPJS
              Ketenagakerjaan dengan mendapat pendampingan langsung dari Polri, Kejaksaan Agung, Badan
              Pemeriksa Keuangan (BPK), Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) dan KPK,
              Kementerian  Koordinator  Perekonomian  dan  Kementerian  Keuangan    "Harapan  saya  kepada
              teman-teman pekerja yang akan menerima program ini, saya minta belanjakanlah uang ini untuk
              membeli produk-produk dalam negeri, belilah hasil karya UMKM kita," ungkap Ida.

              Sebelumnya, pemerintah sudah menyalurkan bantuan pengaman sosial bagi berbagai lapisan
              masyarakat,  seperti  Program  Keluarga  Harapan,  Kartu  Sembako,  Bantuan  Langsung  Tunai,
              Bantuan  Langsung  Tunai  Dana  Desa,  subsidi  bunga  UMKM,  yang  menyasar  masyarakat
              berpenghasilan  rendah  dan  terdampak  pandemi  COVID-19  yang  menyasar  29  juta  keluarga
              paling miskin ato sekitar 120 juta penduduk Indonesia yang paling miskin.
              Selain itu, terdapat juga bantuan bagi masyarakat yang terkena PHK degan program Kartu Pra
              Kerja.

              Pewarta: Desca Lidya Natalia  Editor: Ahmad Wijaya  COPYRIGHT (c)2020  .



                                                           505
   501   502   503   504   505   506   507   508   509   510   511