Page 503 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 11 AGUSTUS 2020
P. 503

Menurut data yang dihimpun Kemnaker dengan bantuan dari Disnaker Pemda, hingga 31 Juli
              2020, pekerja formal maupun informal yang terdampak Covid-19 di Provinsi Jam Barat mencapai
              lebih dari 342.772 pekerja.



              PEKERJA DI JABAR PALING BANYAK TERDAMPAK

              Menteri Ketenagakerjaan, ida Fauziyah, mengungkapkan Provinsi Jawa Barat menjadi provinsi
              dengan tenaga kerja yang terdampak imbas dari Covid-19 paling banyak. Menurut data yang
              dihimpun Kemnaker dengan bantuan dari Disnaker Pemda, hingga 31 Juli 2020, pekerja formal
              maupun informal yang terdampak Covid-19 di Provinsi Jam Barat mencapai lebih dari 342.772
              pekerja.

              "Tentu dengan kondisi dan tantangan ketenagakerjaan di Provinsi Jawa Barat ini perlu untuk
              segera  ditindaklanjuti  sesegera  mungkin  agar  kita  bisa  tekan  laju  dampak  Covid-19  ini
              kedepannya/' kata Menaker Ida saat memberikan arahan konkret pemulihan ekonomi nasional
              di bidang ketenagakerjaan di hadapan Kadisnaker Kab/Kota seluruh Jawa Barat di Bandung,
              Minggu (9/8/2020) dalam siaran pers Kemnaker.

              Secara nasional, hingga 31 Juli 2020, total pekerja formal maupun informal yang terdampak
              Covid-19 mencapai lebih dari 3,5 juta orang. Dari jumlah tersebut, data yang sudah (M-cleansing
              kemnaker dengan BPJS Ketenagakerjaan mencapai 2.146.667 orang (yang terdata by name by
              address).  Data  yang  sudah  cleansing  tersebut  terdiri  dari  pekerja  formal  yang  dirumahkan
              mencapai 1.132.117 orang dan pekerja formal yang di-PHK sebanyak 383.645 orang. Sedangkan
              pekerja sektor informal yang terdampak mencapai 630.905 orang.

              Menurut  Menaker  Ida,  sesuai  dengan  arahan  Presiden  Joko  Widodo  terkait  mitigasi  dampak
              pandemi di bidang ketenagakerjaan, pemerintah melalui program Pemulihan Ekonomi Nasional
              berupaya meringankan beban pekerja ter-PHK melalui berbagai stimulus, termasuk menyalurkan
              berbagai  bantuan  sosial  bagi  para  korban  PHK,  Kartu  Prakerja,  program  padat  karya,  dan
              kewirausahaan  untuk  penyerapan  tenaga  kerja yang  terdampak pandemi.  Bahkan,  kata  Ida,
              pemerintah akan memberikan stimulus berupa subsidi upah kepada para pekerja peserta aktif
              BPJS Ketenagakerjaan yang penghasilannya di bawah Rp 5 juta.

              "Subsidi upah diberikan sebesar Rp 600 ribu per bulan selama empat bulan dan akan diberikan
              per dua bulan sekali. Artinya, satu kali pencairan, pekerja akan menerima uang subsidi sebesar
              Rp 1,2 juta," tutur Ida.

              Menurutnya,  dengan  adanya  stimulus  seperti  ini,  maka  daya  beli  masyarakat  akan  mulai
              meningkat.  Dengan  demikian,  akan  berdampak  pada  pertumbuhan  positif  perekonomian
              Indonesia di kuartal III dan IV.

              "Saya mengajak kepada Bapak/ Ibu Kadisnaker Kab/Kota untuk bersama sama gotong royong
              dan  menjaga  soliditas  moral  sosial  guna  serius  dalam  penanganan  dan  pemulihan  di  sektor
              ketenagakerjaan yang ada di Jawa Barat," tutur Ida.

              Sementara  itu  ditemui  di  tempat  yang  sama,  Kadisnakertrans  Provinsi  Jawa  Barat,  Rachmat
              Taufik  Garsadi,  mengungkapkan  bahwa  tingkat  angka  pengangguran  terbuka  di  Jawa  Barat
              masih cukup tinggi. Ditambah lagi, masih tingginya angka disparitas UMK di tingkat kabupaten/
              kota, yang berdampak pada minimnya produktivitas dan daya saing keterampilan yang ada di
              Jawa Barat.

              "Tentu kami di provinsi meminta bantuan arahan dari pusat dan Bu Menteri agar sarana dan
              prasarana pelatihan di Jawa Barat dan permasalahan lainnya dapat diatasi dengan baik," tutur
              Taufik, (snd)
                                                           502
   498   499   500   501   502   503   504   505   506   507   508