Page 498 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 11 AGUSTUS 2020
P. 498
ALASAN PEMERINTAH BERI BLT PEKERJA GAJI RP5 JUTA BELAKANGAN
Jakarta - Wakil Menteri BUMN I sekaligus Ketua Satuan Tugas Pemulihan dan Transformasi
Ekonomi Nasional Budi Gunadi Sadikin mengungkap alasan pemerintah baru memberikan
bantuan langsung tunai ( BLT ) berupa subsidi upah kepada pekerja dengan gaji di bawah
Rp5 juta per bulan.
Padahal, kalangan pekerja itu juga terdampak tekanan ekonomi di tengah pandemi virus corona
atau covid-19.
Menurut Budi, pemerintah baru memberikan bantuan sosial ini kepada kalangan pekerja ini
karena ingin lebih dulu memberikan prioritas kepada masyarakat berpenghasilan rendah dan
miskin. Sebab, mereka merupakan kalangan yang paling terkena dampak tekanan ekonomi di
tengah pandemi corona.
"Sebelumnya sudah banyak bansos yang diberikan ke segmen 29 juta keluarga atau 120 juta
rakyat yang ekonominya paling bawah," ujar Budi Gunadi di Istana Kepresidenan Jakarta, Senin
(10/8).
Bansos bagi kalangan itu terdiri dari Program Keluarga Harapan (PKH) dengan sasaran mencapai
10 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Pagu anggaran yang disiapkan untuk program ini
mencapai Rp37,4 triliun.
Lalu, Kartu Sembako dengan sasaran 25 juta penerima dengan pagu mencapai Rp43,6 triliun.
Kemudian, ada pula program Kartu Prakerja dengan sasaran 5,6 juta penerima dan anggaran
Rp20 triliun untuk para korban PHK.
"Dari semua ini totalnya sudah 29 juta kepala keluarga atau 120 juta orang dengan anggaran
yang tersalurkan ke tiga program mendekati Rp50 triliun," ungkapnya.
Hanya saja, sambungnya, pemerintah menyadari bahwa dampak tekanan ekonomi di tengah
pandemi corona rupanya terus meluas. Bahkan, mengenai pekerja dengan gaji di bawah Rp5
juta per bulan.
"Ada segmen yang unik, tapi kejadian karena mereka masih bekerja, tidak di-PHK, tapi karena
kondisi perusahaan buruk, mereka dirumahkan atau gaji dipotong. Jadi segmen ini diberikan
(bansos) untuk melengkapi dari seluruh program bansos yang diberikan ke segmen yang
sebelumnya sudah diberikan," katanya.
Kendati begitu, ia mengakui memang ada sedikit keterlambatan dari pemerintah untuk
membantu kalangan ini. "Memang bantuan subsidi upah merupakan segmen yang diberikan
agak belakangan," imbuhnya.
Namun, ia berharap kebijakan subsidi upah ini tetap bisa bermanfaat bagi pekerja dengan gaji
di bawah Rp5 juta. Apalagi pemberian subsidi akan menyasar sekitar 15,72 juta pekerja yang
terdaftar aktif di BP Jamsostek.
Pada mekanismenya, Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah menjelaskan pemerintah akan
memberikan subsidi upah sebesar Rp600 ribu per bulan selama empat kali, sehingga akumulasi
mencapai Rp2,4 juta per penerima. Secara total anggaran yang disiapkan mencapai Rp37,7
triliun.
"Total Rp2,4 juta yang diberikan dua bulan sekali, artinya satu kali pencairan sebesar Rp1,2
juta," terang Ida pada kesempatan yang sama.
Ida menyampaikan ada beberapa syarat yang harus dipenuhi calon penerima subsidi upah.
497

