Page 658 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 11 AGUSTUS 2020
P. 658
'Iya ada bantuan, tapi belum ada informasi teknisnya mau diambil dari mana. Apakah peserta
kemarin yang waktu Pra-kerja atau data yang lainnya," jelas Wismaningsih, Minggu (9/ 8).
Berdasarkan informasi yang diterimanya, pekerja yang akan diberikan stimulus sebanyak 13,8
juta orang se-Indonesia, diambil dari pekerja non-PNS dan non-BUMN yang aktif terdaftar
sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan.
Rencana penyaluran BLT bagi pekerja tersebut juga telah diumumkan oleh Ketua Pelaksana
Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional, Erick Tho-hir, dan Menteri
Keuangan, Sri Mulyani Indrawati.
Pemerintah pusat sendiri menyiapkan anggaran hingga Rp31 triliun untuk program tersebut. Di
mana BLT akan disalurkan langsung per dua bulan ke rekening pekerja dengan besaran bantuan
diproyeksikan mencapai Rp2,4 juta per orang.
Menurut Wismaningsih, pelaksanaan teknis penyaluran bantuan tersebut memang masih
digodok di tingkat pusat. Sehingga pihaknya saat ini dalam posisi menunggu petunjuk
pelaksanaan (juklak) dan petunjuk teknis (juknis) untuk penerapan di daerah.
"Makanya itu belum ada juknisnya. Kalau sudah ada, apakah diusulkan atau mengambil data
yang kemarin Prakerja, ini masih kita cari informasinya," jelasnya. Program tersebut
diproyeksikan dapat dijalankan oleh Kementerian Ketenagakerjaan pada September 2020
mendatang.
Menurut Wismaningsih, jika mengambil dari data BPJS Ketenagakerjaan jumlah pekerja yang
akan mendapatkan bantuan tersebut di NTB terbilang cukup banyak. "Kalau yang dari (BPJS
Ketenagakerjaan) itu di NTB kita sudah banyak yang terdaftar, tapi yang penerima BLT itu masih
belum ada tindak lanjut. Lain halnya kalau BLT yang JPS kemarin ada kriteria yang jelas,"
jelasnya.
Sebagai informasi, stimulus dalam bentuk BLT bagi pekerja tersebut diberikan dalam rangka
pemulihan ekonomi di tengah pandemi Covid-19. Ada dua hal yang menjadi fokus dalam upaya
percepatan pemulihan ekonomi. Pertama, memberikan stimulus ekonomi yang manfaatnya nyata
dirasakan masyarakat, termasuk untuk meningkatkan daya beli. Kedua, dilakukan percepatan
penyerapan tenaga kerja melalui proyek-proyek padat karya, (bay)
657

