Page 682 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 11 AGUSTUS 2020
P. 682

tahun  2005,  presiden  mengeluarkan  Peraturan  Presiden  nomor  50  tentang  pembentukan
              Lembaga Produktivitas Nasional (LPN).
              "Berdasarkan  Perpres  dimaksud,  LPN  memiliki  tugas  memberikan  saran  dan  pertimbangan
              kepada  Presiden  dalam  merumuskan  kebijakan  nasional  di  bidang  produktivitas  melalui
              peningkatan produktivitas dan penguatan daya saing nasional," imbuh dia.

              Dia  menerangkan,  Indonesia  saat  ini  sedang  berupaya  menyusun  strategi  peningkatan
              produktivitas  dan  daya  saing.  Agar  mampu  mensejajarkan  pertumbuhan  ekonomi  dengan
              Negara-Negara ASEAN.

              "Namun  di  saat  bersamaan  kita  dihadapkan  pada  pandemi  global  COVID-19  yang  hampir
              menyebar ke seluruh penjuru dunia dan ini menjadi pukulan yang sangat berat bagi kita semua,"
              ujar dia.

              Akibat  pandemi,  pertumbuhan  ekonomi  dunia  diperkirakan  melambat  sampai  2,8  %  dan
              merubah seluruh tatanan kehidupan manusia.

              Bambang  melanjutkan,  saat  ini  struktur  organisasi  LPN  terdiri  dari  ketua  yang  dijabat  oleh
              Menteri  Ketenagakerjaan,  Wakil  Ketua  dijabat  Deputi  Bidang  Koordinasi  Ekonomi  Makro  dan
              Keuangan  Kementerian  Koordinator  Bidang  Perekonomian,  kemudian  Sekretaris  dijabat  oleh
              Direktur  Jenderal  Pembinaan  Pelatihan  dan  Produktivitas  dan  memiliki  anggota  dari  unsur
              pejabat Eselon I dari 17 Kementerian/Lembaga.

              "Dan memiliki anggaran yang berasal dari  Kementerian Ketenagakerjaan  ," tutur dia.

              Dalam  rangka  perluasan  tugas  dan  fungsi  kelembagaan,  kata  dia,  produktivitas  sebagai
              penggerak peningkatan produktivitas nasional perlu dibentuk.

              Yakni,  kelembagaan  yang  bersifat  nasional  serta  memiliki  fungsi  pelayanan  peningkatan
              produktivitas  yang  bersifat  lintas  sektor  maupun  daerah  sesuai  yang  diamanatkan  dalam
              Undang-Undang no 13 tahun 2003.

              Terakhir, dia pun berharap agar FGD dapat memberi masukan untuk menambah referensi dalam
              penyusunan  revisi  Perpres  LPN  nomor  50  tahun  2005  dan  penguatan  regulasi  bidang
              produktivitas  sebagai  langkah  strategis  dalam  mendukung  gerakan  nasional  peningkatan
              produktivitas dan daya saing dalam pembangunan Nasional berkelanjutan.

              Sementara  itu,  Direktur  Bina  Produktifitas    Kemnaker    ,  Fahrurozi  menambahkan,
              penyempurnaan revisi Perpres 50 tahun 2005 itu dinilai sangat penting.

              "Pentingnya  penyempurnaan  revisi  perpres  50  tahun  2005  ini  karena  merupakan  langkah
              strategis dalam peningkatan produktivitas dan daya saing sehingga kedepannya kita mampu
              bersaing dengan negara negara lain," ujar dia.

              Adapun hasil rekomendasi penguatan regulasi bidang produktivitas khususnya Perpres 50 tahun
              2005 tentang Lembaga Produktivitas Nasional (LPN), yakni,  Yang pertama, keanggotaan LPN
              yang melibatkan unsur Pemerintah, Dunia Usaha/Industri, Dunia Pendidikan dan Pelatihan serta
              Organisasi Kemasyarakatan.

              Kedua,  tugas  dan  fungsi  bukan  hanya  sebagai  penyusun  rekomendasi  kebijakan  bidang
              produktivitas, tetapi lebih mengedepankan kepada pelayanan peningkatan produktivitas kepada
              masyarakat luas.

              Ketiga, keterlibatan Pemerintah Daerah untuk berperan aktif dalam meningkatkan produktivitas
              dan daya saing di wilayahnya..


                                                           681
   677   678   679   680   681   682   683   684   685   686   687