Page 556 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 7 OKTOBER 2020
P. 556

unjuk rasa lagi. Kelompok lain yang berpakaian hitam-hitam itu, kata Kapolrestabs, diduga bukan
              mahasiswa dan buruh. Mereka melakukan dorong-dorongan dengan petugas baik Polri maupun
              TNI untuk menguasai gedung DPRD Jabar.

              "Bahkan,  massa  tersebut  melakukan  pelemparan  sehingga  petugas  memukul  mundur.  Dari
              sekian orang tersebut, ada yang kami lakukan pengamanan. Kami amankan untuk melakukan
              pemeriksaan  terhadap  yang  bersangkutan.  Yang  diamankan  sekitar  10  orang,"  kata
              Kapolrestabes Bandung di lokasi kejadian, Selasa (6/10/2020).

              Kombespol Ulung mengemukakan, pembubaran dilakukan karena aksi massa berpakaian hitam-
              hitamsudah  melewati  waktu  yang  diizinkan.  Kemudian  mereka  memancing  petugas  supaya
              petugas emosi. Jadi, pemicu kericuhantersebut dimulai dari kelompok berpakaian hitam-hitam
              itu sendiri. Mereka tidak bubar sampai azan Magrib usai. Mereka sengaja memancing petugas
              untuk bisa melakukan tindakan tegas tetapi anggota tidak terpancing.

              "(Pembubaran paksa dilakukan) ya karena Itu (melewati waktu). Itu tahap satu, dua, tiga. Baru
              kami geser ke depan. Yang terpenting kita bisa menjaga Kota Bandung kondusif," ujar Kombes
              Pol Ulung.

              Bahkan ada mobil dinas Bagian Operasi (Bagops) Polrestabes Bandung bertuliskan Mobile COVID
              Hunter  dirusak  massa  berpakaian  hitam-hitam.  "Kami  berlakukan  SOP  (standar  operasional
              prosedur).  Setelah  tiga  kali  pelemparan,  akhirnya  kita  pukul  mundur  mereka,"  tegas
              Kapolrestabes.

              Disinggung  tentang  kelompok  Anarko,  Kapolrestabes  Bandung  menegaskan,  yang  pasti
              kelompok perusuh itu bukan buruh dan juga bukan mahasiswa. "Mereka (kelompok perusuh)
              dipastikan  bukan  massa  buruh,  bukan  massa  mahasiswa.  Kami  tidak  menyampaikan  itu
              (Anarko). Sekarang masih kita dalami," tandas Kapolrestabes.

              Untuk mengamankan aksi unjuk rasa buruh dan mahasiswa yang menolak UU Omnibus Law itu,
              tutur  Kapolrestabes,  Polrestabes  Bandung  menurunkan  650  personel  dibantu  oleh  Kodim
              0618/Berdiri Sendiri (BS) Kota Bandung. "Personel Tni-Polri ada sekitar 650 yang dilibatkan untuk
              mengamankan aksi buruh dan mahasiswa," tutur Kapolrestabes.



































                                                           555
   551   552   553   554   555   556   557   558   559   560   561