Page 680 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 7 OKTOBER 2020
P. 680

Sekretaris  Jenderal  (Sekjen)  KASBI,  Sunarno  mengungkapkan,  opsi  itu  tak  menutup
              kemungkinan diambil bila pemerintah tetap tutup mata dan telinga menolak tuntutan buruh agar
              UU Ciptaker dicabut.



              SERIKAT BURUH BERGERAK GUGAT UU CIPTAKER KE MK

              Jakarta -  Konfederasi Aliansi Serikat  Buruh  Indonesia (KASBI) berencana mengajukan  judicial
              review  (JR) atau uji materi ke  Mahkamah Konstitusi  usai Rancangan Undang-Undang (RUU)
              Omnibus Law Cipta Kerja  disahkan DPR dalam rapat Paripurna, Senin (5/10).

              Sekretaris  Jenderal  (Sekjen)  KASBI,  Sunarno  mengungkapkan,  opsi  itu  tak  menutup
              kemungkinan diambil bila pemerintah tetap tutup mata dan telinga menolak tuntutan buruh agar
              UU Ciptaker dicabut.
              "Selanjutnya  yang  juga  sedang  kita  persiapkan  itu  adalah  gugatan  hukum,  jadi  kita  akan
              mengajukan  nanti  di  judicial  review  di  MK,"  ujar  Sunarno  lewat  sambungan  telepon  kepada
              CNNIndonesia.com  , Selasa (6/10).

              Terlepas dari itu, Sunarno mengatakan pihaknya sejauh ini masih akan memaksimalkan aksi
              mogok nasional buruh di sejumlah daerah yang akan digelar selama tiga hari mulai hari ini hingga
              Kamis (8/10) mendatang.

              Nantinya, kata dia, aksi puncak di hari terakhir akan digelar di depan Istana Presiden, Jakarta
              bersama  sejumlah  elemen  masyarakat  lain,  seperti  organisasi  mahasiswa,  dan  gerakan
              masyarakat  secara  umum.  Aksi  bakal  menuntut  agar  Presiden  Joko  Widodo  menerbitkan
              Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) pencabutan UU Ciptaker.

              Sunarno menyebut, lokasi aksi itu pindah dari semula di depan kompleks DPR/MPR menyusul
              rapat paripurna yang dimajukan. Dia memperkirakan aksi akan diikuti oleh setidaknya 20 ribu
              massa aksi gabungan.

              "Nah rencananya itu kemarin di konsolidasi Nasional kita itu malah akan aksi di Istana Negara.
              Menuntut pencabutan itu, dan ada Perppu. Tapi itu nanti akan kita matangkan lagi," kata dia.

              Upaya uji materi ke MK juga menjadi opsi yang kini tengah dimatangkan oleh elemen buruh dari
              Konfederasi Persatuan Buruh Indonesia (KPBI).

              "Kita lanjutkan perlawanan, JR sebagai upaya untuk perlawanan akan kita lakukan," Wakil Ketua
              KPBI Jumisih.

              Selain menempuh uji materi, kata Jumisih, para buruh juga akan tetap melakukan perlawanan
              dalam bentuk lain, yakni dengan menggerakan seluruh elemen buruh di Indonesia turun ke jalan.

              "Yang  lainnya  (bentuk  perlawana)  tentu  saja  bagaimana  gerakan  buruh  dan  semua  rakyat
              Indonesia lakukan perlawanan terhadap sistem perundang-undangan di Indonesia yang memang
              tidak berpihak kepada kita," kata Jumisih.


              Pernyataan Jumisih juga dibenarkan oleh Ketua Umum Federasi Serikat Pekerja Tekstil Sandang
              dan Kulit Serikat Pekerja Seluruh Indonesia Roy Jinto.

              Kata  dia,  langkah  konstitusi  yang  memang  akan  diambil  oleh  Serikat  Buruh  dalam  melawan
              Pemerintah dan DPR terkait Undang-undang ini adalah dengan melakukan uji materi ke MK.

              "JR pasti memang akan dilakukan. Baik secara proses formil maupun secara materil isi dari pada
              Undang-undang Cipta Kerja ini," katanya.

                                                           679
   675   676   677   678   679   680   681   682   683   684   685