Page 691 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 7 OKTOBER 2020
P. 691

MENKO AIRLANGGA BEBERKAN MANFAAT UU CIPTAKER BAGI UMKM HINGGA
              PEKERJA
              Omnibus  Law    RUU  Cipta  Kerja    yang  telah  disahkan  menjadi  undang-undang  harus  dapat
              memberikan  manfaat  bagi  semua  pihak.  Hal  itu  ditegaskan  Menteri  Koordinator  Bidang
              Perekonomian  Airlangga Hartarto  .

              Dia pun buka-bukaan berbagai manfaat yang tertuang dalam UU tersebut bagi UMKM (Usaha
              Mikro, Kecil dan Menengah), pekerja hingga pengusaha. "Terutama untuk masyarakat, pelaku
              usaha,  dan  pemerintah,"  ungkap  Airlangga  dikutip  dari  keterangannya  di  Jakarta,  Selasa  6
              Oktober 2020.

              Dia menjabarkan, berbagai manfaat tersebut tertuang dalam 186 Pasal dan 15 Bab dalam RUU
              Cipta Kerja. Di antaranya adalah dukungan untuk Usaha Mikro Kecil dan Menengah.

              "Dengan  RUU  Cipta  Kerja  pelaku  usaha  UMKM  dalam  proses  perizinan  cukup  hanya  melalui
              pendaftaran," tambah Airlangga.

              Menurutnya, ada pula dukungan untuk koperasi, seperti kemudahan dalam pendirian koperasi
              dengan menetapkan minimal jumlah 9 orang anggota. Koperasi pun diberikan keleluasaan untuk
              melaksanakan prinsip usaha Syariah, serta dapat memanfaatkan teknologi.

              Sementara itu, untuk Sertifikasi Halal, Airlangga menambahkan, pemerintah menanggung biaya
              sertifikasi  untuk  usaha  mikro  kecil.  Dilakukan  pula  percepatan  dan  kepastian  dalam  proses
              sertifikasi halal, serta memperluas Lembaga Pemeriksa Halal, yang dapat dilakukan oleh Ormas
              Islam dan Perguruan Tinggi Negeri.

              Kemudian, terhadap ketelanjuran perkebunan masyarakat di kawasan hutan, masyarakat diberi
              izin untuk pemanfaatan atas ketelanjuran lahan dalam kawasan hutan.
              "Untuk lahan masyarakat yang berada di kawasan konservasi, masyarakat dapat memanfaatkan
              hasil perkebunan dengan pengawasan dari pemerintah," ungkapnya.

              Sedangkan untuk nelayan, yang sebelumnya proses perizinan kapal ikan harus melalui beberapa
              instansi, maka dengan RUU Cipta Kerja cukup diproses di Kementerian Kelautan dan Perikanan.

              Lebih  lanjut  dia  mengungkapkan,  mengenai  masalah  perumahan,  backlog  perumahan
              masyarakat dalam RUU Cipta Kerja akan diatasi. Dengan, diperbanyak pembangunan rumah
              untuk  Masyarakat  Berpenghasilan  Rendah  (MBR)  yang  dikelola  oleh  Badan  Percepatan
              Penyelenggaraan Perumahan (BP3).

              "Bank Tanah juga akan melakukan reforma agraria dan redistribusi tanah kepada masyarakat,"
              tambah Airlangga.

              Di samping itu, lewat RUU Cipta Kerja, dilakukan peningkatan perlindungan kepada pekerja.
              Antara  lain  negara  hadir  untuk  kepastian  pemberian  pesangon  melalui  program  Jaminan
              Kehilangan Pekerjaan yang dikelola oleh BPJS Ketenagakerjaan.

              Pemerintah  juga  berkontribusi  dalam  penguatan  dana  yang  akan  dikelola  oleh  BPJS
              Ketenagakerjaan.  Program  JKP  tidak  mengurangi  manfaat  Jaminan  Kecelakaan  Kerja  (JKK),
              Jaminan Kematian (JKm), Jaminan Hari Tua (JHT), dan Jaminan Pensiun (JP) tanpa menambah
              beban iuran dari pekerja atau pengusaha.

              "Kini pengaturan jam kerja disesuaikan dengan sistem kerja Industri 4.0 dan ekonomi digital.
              Bahkan RUU Cipta Kerja tidak menghilangkan hak cuti haid, cuti hamil yang telah diatur dalam
              UU Ketenagakerjaan," ungkap Airlangga.


                                                           690
   686   687   688   689   690   691   692   693   694   695   696