Page 696 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 7 OKTOBER 2020
P. 696
"Besok batch kelima akan cair karena kita menerima data dari BPJS Ketenagakerjaan sebanyak
600.000an pada tanggal 30 (September). Langsung kita proses 4 hari kerja. Hari ini, hari terakhir
check listnya. Besok sudah bisa dicairkan," katanya di Bogor, Selasa (6/10/2020).
Selanjutnya, data yang telah divalidasi BPJS Ketenagakerjaan dan Kemenaker diserahkan
kepada Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN). Dari situ, KPPN akan melanjutkan
penyaluran ke bank penyalur yang ditugaskan oleh pemerintah.
"Kemudian diserahkan ke KPPN. KPPN diserahkan kepada Bank Penyalur. Dari Bank Penyalur
disalurkan kepada penerima subsidi upah atau gaji. Apapun itu banknya, baik Bank Himbara
maupun di luar Himbara," ujarnya.
Dia berharap, penyaluran program bantuan subsidi gaji kepada 12,4 juta pekerja ini dapat
terlaksana dengan lancar. Sesuai kriteria Permenaker Nomor 14 Tahun 2020, salah satu kriteria
penerima adalah pekerja berpenghasilan di bawah Rp 5 juta.
"Alhamdulillah, mudah-mudahan kita bisa menyelesaikan seluruh subsidi upah ini kepada 12,4
juta penerima program yang sudah di verifikasi dan divalidasi oleh BPJS Ketenagakerjaan,"
ucapnya.
Berdasarkan data Kementerian Ketenagakerjaan per 5 Oktober 2020, subsidi gaji telah disalurkan
kepada 11,4 juta lebih calon penerima/pekerja atau mencapai 98,42 persen. Dengan rincian,
tahap pertama terdapat 2.484.429 atau 99,38 persen penerima subsidi gaji.
Tahap II, telah disalurkan subsidi gaji kepada 2.981.533 pekerja atau mencapai 99,38 persen.
Tahap III, disalurkan subsidi gaji ke 3.476.361 pekerja atau pencapaian 99,32 persen. Tahap IV,
terdapat 2.528.263 atau 95,26 persen penerima subsidi gaji.
Seperti diketahui, pemerintah mengalokasikan anggaran untuk subsidi gaji sebesar Rp 37,7
triliun dengan target penerima 15,7 juta. Sisa anggaran dari subsidi gaji ini kata Menaker, akan
dikembalikan ke Kas Negara. Selanjutnya, sisa anggaran itu akan disalurkan kepada guru
honorer dan guru agama.
695

