Page 698 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 7 OKTOBER 2020
P. 698
MAHASISWA DI BERBAGAI DAERAH DEMO TOLAK UU CIPTA KERJA
Demonstrasi penolakan terhadap UU Omnibus Law Cipta Kerja dilakukan para mahasiswa di
berbagai daerah di Indonesia, seperti di Kota Bandung, Makassar, dan Solo. Aksi demo
berlangsung sepanjang hari.
Aksi demonstrasi yang dilakukan kelompok mahasiswa dan asosiasi di kawasan Dewan
Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Barat berlangsung panas. Bahkan, pengamanan
diperketat karena sebagian massa melakukan aksi dorong-dorong hingga pelemparan.
Koordinator aksi dari Himpunan Mahasiswa Islam (HmI) cabang Kota Bandung, Sansan Taufik
menjelaskan, aksi turun ke jalan diperlukan sebagai bentuk penekanan kepada DPR karena
keberatan dengan pengesahan RUU tersebut.
"UU ini hanya untuk kepentingan ekonomi, disahkan dengan cara kurang baik. Menitikberatkan
pada kemudahan investasi tanpa memperhatikan hak pekerja," ujar Sansan, Selasa 6 Oktober
2020.
Sementara itu, Ketua Umum Pimpinan Pusat Federasi Serikat Pekerja Tekstil, Sandang Dan Kulit
(FSP TSK) SPSI yang juga Presidium Aliansi Gekanas (Gerakan Kesejahteraan Nasional), Roy
Jinto memastikan aksi penolakan ini dilakukan serentak atas nama kekecewaan.
"Hari ini serentak di seluruh Indonesia dan Jawa Barat aksi yang sama, menyatakan kecewa
pada pemerintah dan DPR RI atas diputuskannya RUU Cipta Kerja. Kami jelas menolak,"
tambahnya.
Para buruh, menurutnya, meminta pemerintah daerah menyurati Presiden untuk membatalkan
produk hukum tersebut dengan menggantinya dengan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-
Undang (Perppu).
"Kami menuntut bupati, wali kota dan DPRD agar mengirimkan surat kepada presiden dan DPR
RI agar membuat Perppu dan membatalkan Omnibus Law Cipta Kerja," katanya.
Demo di Makassar Aksi demontransi menolak UU Cipta Kerja juga dilakukan oleh gabungan
mahasiswa di Makassar. Aksi demonstrasi masih berlangsung sampai Selasa malam hari ini.
Massa saat ini berpusat di depan Kampus I UIN Alauddin, Jalan Sultan Alauddin, Kota Makassar.
Masih dengan kondisi memalang jalanan dengan menggunakan dua unit truk, para mahasiswa
berorasi sambil membakar ban bekas.
Saat memasuki waktu salat Magrib, mereka sempat berhenti. Namun, selang beberapa menit
kemudian, orasi kembali dilanjutkan.
Mereka juga mengeluarkan yel,yel, yel dengan mengatai DPR RI yang turut mengesahkan UU
Omnibus Law dengan sebutan goblok.
"DPR goblok, DPR goblok. DPR goblok, DPR goblok," teriaknya mereka serentak sambil
membentangkan spanduk penolakan.
Akil, salah seorang mahasiswa UIN Alauddin Makassar, yang turut berdemo, menyatakan
bersama dengan rekan-rekannya akan terus melanjutkan aksi hingga dilakukan pencabutan
terhadap UU Omnibus Law Cipta Kerja itu.
Aksi di Solo Ratusan mahasiswa Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo yang tergabung dalam
gerakan Sebelas Maret Bergerak menggelar aksi demo penolakan pengesahan Omnibus Law
Undang-undang (UU) Cipta Kerja. Demo tersebut digelar di kawasan Boulevard UNS Solo, Selasa
sore, 6 Oktober 2020.
697

