Page 703 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 7 OKTOBER 2020
P. 703
"Cabut UU Omnibus Law Cipta Kerja, segera terbitkan Perppu Omnibus Law. Sahkan RUU PKS
dan wujudkan kampus ramah perempuan," kata Humas Aksi, Arman Maulana, di sela-sela
demonstrasinya pada petang tadi, sebelum dibubarkan pihak kepolisian.
Hingga berita ini ditulis, mahasiswa masih menyemprotkan air mancur ke arah pihak kepolisian
dan mengeluarkan kata-kata umpatan. Pihak kepolisian juga masih bertahan di depan kampus
UIN SMH Banten, Kota Serang.
Selain itu, di tengah upaya pembubaran tersebut, Kepala Biro Operasi Polda Banten, Kombes
Roem Ta'at terkena lemparan batu sehingga kepalanya terluka. Pejabat utama Polda Banten itu
pun harus dipapah rekan-rekannya mendapatkan pengobatan di rumah sakit.
"Kena timpuk dari arah kampus, tapi enggak apa-apa. Mahasiswa udah bubar dan masuk ke
dalam kampus," kata Roem Ta'at, di lokasi kejadian, Selasa (6/10).
Selain itu, beberapa massa aksi ditangkap pihak kepolisian. Berdasarkan pantauan, setidaknya
dua yang diamankan polisi. Namun, hingga saat ini CNNIndonesia.com belum dapat
memverifikasi jumlah orang yang diamankan polisi.
Karo Ops Polda Banten, Kombes Pol Roem Ta'at. (CNN Indonesia/ Yandhi) Bentrok itu sendiri
terjadi setelah polisi berusaha membubarkan aksi unjuk rasa, dan massa kemudian masuk ke
dalam kampus UIN SMH Banten.
Dari dalam lingkungan kampus tersebut, kemudian sejumlah massa terlihat menyemprotkan air,
melempari batu hingga kayu ke arah pihak kepolisian, TNI, hingga awak media yang meliput.
Sementara itu, dari arah polisi, terlihat personel melakukan penyemprotan meriam air (water
cannon) dan tembakan gas air mata agar massa membubarkan diri.
(ynd).
702

