Page 737 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 7 OKTOBER 2020
P. 737
"Oleh karenanya, kami berharap Bantuan Pemerintah Berupa Subsidi upah/gaji hendaknya
digunakan untuk membeli kebutuhan primer misalnya sembako atau produk buatan dalam negeri
dan UMKM kita," ujarnya.
Adapun Kementerian Ketenagakerjaan telah menerima 12,4 juta nomor rekening dari BPJS
Ketenagakerjaan.
Secara keseluruhan telah disalurkan bantuan kepada 10,7 juta penerima atau 92,48 persen
hingga 30 September 2020 pukul 17.09 WIB.
Sementara yang masih dalam proses pengiriman dari perbankan penyalur sebanyak 745.669
nomor rekening.
Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah mengatakan, penyaluran Bantuan Subsidi gaji atau upah
(BSU) gelombang 2 dipastikan akan dimulai pada Oktober. Dengan begitu, subsidi gaji periode
November-Desember 2020 bisa terealisasi dengan cepat.
Di mana setelah seluruh tahap penyaluran gelombang 1 selesai, selanjutnya, dalam waktu
kurang lebih 2 minggu ke depan, pihaknya akan melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan
penyaluran subsidi upah atau subsidi gaji gelombang 1 ini.
"Lalu kapan termin kedua akan dimulai? Insya Allah akan diberikan pada akhir bulan Oktober
2020. Teman- teman harap bersabar, pasti akan kami salurkan bantuan ini," kata Ida dalam
konferensi Pers Laporan Perkembangan Bantuan Subsidi gaji/Upah secara virtual, Kamis
(1/10/2020).
Hingga saat ini data yang telah diterima oleh Kementerian Ketenagakerjaan dari BPJS
Ketenagakerjaan sebanyak 12,4 juta nomor rekening. Dari data ini telah disalurkan bantuan
subsidi gajikepada 10,7 juta penerima atau 92,48 persen.
Sementara yang masih dalam proses pengiriman dari perbankan penyalur adalah sebanyak
745.669 orang. Seluruh proses ini dimulai sejak tanggal 24 Agustus 2020 hingga 30 September
2020.
Realisasi Gelombang I Adapun secara rinci bantuan subsidi gaji/upah Tahap I telah tersalurkan
kepada 2.484.429 penerima (99,38 persen); Tahap II telah tersalurkan kepada 2.981.533
penerima (99,38 persen).
Untuk tahap III tersalurkan kepada 3.476.122 penerima (99,32 persen); dan Tahap IV telah
tersalurkan kepada 1.836.177 penerima (69,18 persen). Sementara untuk Tahap V, saat ini
masih dalam proses cek kelengkapan data, kata Ida.
Lanjut Ida, dalam prosesnya, terdapat beberapa kendala yang pihaknya temukan sehingga
menghambat penyaluran subsidi gaji/upah, antara lain duplikasi rekening, rekening sudah tutup,
rekening pasif, rekening tidak valid dan dibekukan, hingga rekening pekerja tidak sesuai dengan
NIK atau rekening tidak terdaftar.
"Jangan khawatir, kami berupaya sebaik- baiknya untuk memeriksa dan melakukan ceklis
sebelum menyalurkan bantuan melalui Bank penyalur," pungkasnya.
736

