Page 268 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 4 MEI 2021
P. 268

POSKO THR KEMNAKER TERIMA 776 LAPORAN TERKAIT THR 2021

              JAKARTA,  LINDO  -  Posko  Tunjangan  Hari  Raya  (THR)  Keagamaan  2021  Kementerian
              Ketenagakerjaan (Kemnaker) mencatat, ada 776 laporan pembayaran THR selama kurun waktu
              20 hingga 30 April 2021. Jumlah tersebut terbagi dari 484 konsultasi THR dan 292 pengaduan
              THR.

              Ada berbagai kategori sektor usaha yang masuk dalam laporan posko THR 2021 ini, diantaranya
              adalah  ritel,  jasa  keuangan  dan  perbankan,  konstruksi,  manufaktur,  migas,  alat  kesehatan,
              industri makanan dan minuman, dan lainnya.

              Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kemnaker, Anwar Sanusi memastikan, setiap laporan yang masuk,
              pihaknya langsung menindaklanjuti melalui tim penanganan dari Ditjen Pembinaan Hubungan
              Industrial  dan  Jaminan  Sosial  Tenaga  Kerja  (PHI  dan  Jamsos)  serta  Ditjen  Pembinaan
              Pengawasan Ketenagakerjaan dan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (PPK dan K3) Kemnaker.

              “Setiap ada laporan yang masuk ke posko melalui PTSA, call center maupun secara online pasti
              segera  kita  tindaklanjuti.  Kita  juga  berkoordinasi  dengan  dinas-dinas  tenaga  kerja  untuk
              mempercepat penanganan laporan THR," ujar Anwar Sanusi, di Jakarta, Minggu (2/5/21).

              Posko  THR  2021  ini  lanjutnya,  dimanfaatkan  kalangan  pekerja  dan  manajemen  perusahaan
              maupun masyarakat umum yang menggunakannya untuk mencari informasi terkait pembayaran
              THR, konsultasi maupun mengadukan permasalahan pembayaran THR.

              "Beberapa permasalahan yang diadukan antara lain, perusahaan tidak mampu membayar THR,
              rencana THR akan dicicil, dibayarkan 50 persen, pembayaran THR setelah lebaran. Sepertinya
              ini masih berupa kekhawatiran seperti yg dialami tahun lalu," ungkap Anwar.

              Berbagai  pengaduan  yang  masuk  ke  Posko  THR  tersebut,  menurut  Anwar  langsung
              ditindaklanjuti dan dicarikan solusi terbaik. "Berdasarkan laporan tim posko, sekitar 90 persen
              permasalahan terkait pengaduan THR sudah diselesaikan. Sisanya masih dalam proses karena
              tidak murni soal THR namun terkait masalah ketenagakerjaan lainnya," kata Anwar.

              Menurutnya, jika pekerja/buruh, manajeman perusahaan ataupun masyarakat umum yang butuh
              informasi,  konsultasi,  atau  punya  masalah  terkait  THR  dipersilakan  untuk  datang  ke  PTSA
              Kemnaker dengan menerapkan protokol Kesehatan. Selain tatap muka, pengaduan juga bisa
              dilakukan secara online melalui bantuan.kemnaker.go.id dan call center 1500 630.

              “Silakan datang langsung atau hubungi kami melalui call center dan Sisnaker. Setiap laporannya
              kami tindaklanjuti," ucapnya.

              Ia menambahkan, Posko THR Keagamaan 2021 tidak hanya dibentuk di pusat, tetapi juga di
              daerah  baik  di  tingkat  provinsi,  maupun  kabupaten/kota.  Pendirian  Posko  THR  di  pusat  dan
              daerah ini dilakukan agar pelaksanaan koordinasi menjadi lebih efektif.

              Ia  berharap,  Posko  THR  2021  dapat  berjalan  dengan  tertib  dan  efektif  dalam  memberikan
              pelayanan sesuai mekanisme dan ketentuan perundangan, serta menjadi solusi yang diharapkan
              dapat memuaskan para pihak, yaitu pekerja/buruh dan pengusaha.

              Dalam pelaksanaannya, Posko THR 2021 ini juga melibatkan Tim Pemantau dari unsur Serikat
              Pekerja/Serikat  Buruh  (SP/SB)  dan  dari  unsur  Organisasi  Pengusaha  yang  duduk  dalam
              keanggotaan  Dewan  Pengupahan  Nasional.  Tim  pemantau  ini  bertugas  memantau  jalannya
              Posko  THR  2021,  sekaligus  memberikan  saran  dan  masukan  kepada  Tim  Posko  mengenai
              pelaksanan tugas Posko THR 2021. (ARMAN R)



                                                           267
   263   264   265   266   267   268   269   270   271   272   273