Page 317 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 4 MEI 2021
P. 317

Pekerja/Buruh di Perusahaan. Demikian disampaikan Anggota Komisi XI DPR RI Heri Gunawan
              yang akrab disapa Hergun. Dalam regulasi itu, THR paling lambat diberikan tujuh hari sebelum
              lebaran.



              THR 100 PERSEN KADO TERINDAH DALAM PERINGATAN MAY DAY

              Jakarta  -  Semua  perusahaan  wajib  membayarkan  tunjangan  hari  raya  (THR)  kepada
              karyawannya  sebesar  100  persen  tanpa  dicicil  demi  pemulihan  ekonomi  nasional  di  tengah
              pandemi. Kebijakan itu sekaligus jadi kado terindah dalam peringatan Hari Buruh Internasional
              (May Day) tahun ini.

              Aturan  THR  tertuang  dalam  Surat  Edaran  (SE)  Menteri  Ketenagakerjaan  Nomor
              M/6/HK.04/IV/2021  tentang  Pelaksanaan  Pemberian  THR  Keagamaan  Tahun  2021  bagi
              Pekerja/Buruh di Perusahaan. Demikian disampaikan Anggota Komisi XI DPR RI Heri Gunawan
              yang akrab disapa Hergun. Dalam regulasi itu, THR paling lambat diberikan tujuh hari sebelum
              lebaran.

              "Awal  Mei  para  pekerja/buruh  sudah  harus  menerima  THR.  Hal  tersebut  merupakan  kado
              terindah  untuk  para  pekerja/buruh  yang  pada  hari  ini  (1  Mei,red)  merayakan  Hari  Buruh
              Internasional," ujar Ketua Kelompok Fraksi Gerindra di Komisi XI DPR RI. Ia berharap, THR 100
              persen bagi para pekerja/buruh ini dapat dipatuhi oleh para pengusaha.

              Ditambahkannya,  memang  ada  beberapa  pengusaha  yang  mengeluhkan  kondisi  perusahaan
              yang belum pulih. Namun, sambungnya, perlu diingat bahwa negara sudah memberikan stimulus
              dalam program Pemulihan Ekonomi (PEN) yang nilainya ratusan triliun dan juga menyediakan
              program restrukturisasi kredit.

              "Itu berarti pengusaha tidak sendirian dalam menghadapi dampak pandemi Covid-19. Negara
              hadir  menyelematkan para  pengusaha  dengan mengucurkan  berbagai stimulus  dan  program
              pemulihan," ujar Ketua DPP Partai Gerindra ini.

              Negara sudah membantu para pengusaha dan sekarang saatnya para pengusaha memenuhi
              kewajiban  THR  kepada  para  pekerja/buruh.  Jadi  konsepnya  saling  membantu  dalam  bingkai
              gotong royong menghadapi dampak pandemi Covid-19. "Secara tidak langsung para pengusaha
              juga akan menikmati dampak ekonomi dari adanya THR tersebut dalam bentuk peningkatan
              permintaan dan penawaran," tegas Hergun.

              Ia  menegaskan,  THR  tidak  hanya  memperkuat  daya  beli  para  pekerja/buruh  namun  juga
              berkontribusi  meningkatkan  konsumsi  masyarakat.  Pulihnya  daya  beli  masyarakat  akan
              meningkatkan  penjualan  produk  yang  dihasilkan  oleh  perusahaan  dan  sekaligus  memulihkan
              perekonomian nasional. "Tanpa penguatan daya beli, masyarakat maka akan sulit memulihkan
              kondisi  perekonomian  dan  perusahaan.  Jadi  ini  saling  terkait.  Negara,  perusahaan,  dan
              pekerja/buruh saling berkontribusi memulihkan perekonomian," tuturnya.

              Lebih lanjut, legislator asal Sukabumi, Jawa Barat itu menjelaskan, pemerintah memperkirakan
              THR dan gaji ke-13 akan menambah konsumsi masyarakat sebesar Rp 215 triliun yang berasal
              dari THR dan gaji ke-13 ASN sebesar Rp 43 triliun, THR pekerja formal sebesar Rp 100 triliun,
              dan THR pekerja informal sebesar Rp 72 triliun.

              "Selain  sebagai  katalisator  perekonomian  nasional  dan  pemulihan  perusahaan,  THR  bagi
              pekerja/buruh diharapkan mampu memenuhi kebutuhan pekerja/buruh dan keluarganya dalam
              merayakan hari raya Idul Fitri," ujar Hergun.




                                                           316
   312   313   314   315   316   317   318   319   320   321   322