Page 134 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 22 MEI 2020
P. 134

Title          8 HARI, RATUSAN BURUH BERKELUH KESAH KE MENAKER TAK DAPAT THR LEBARAN
               Media Name     suara.com
               Pub. Date      20 Mei 2020
                              https://www.suara.com/news/2020/05/20/182711/8-hari-ratusan-buruh-berk eluh-
               Page/URL
                              kesah-ke-menaker-tak-dapat-thr-lebaran
               Media Type     Pers Online
               Sentiment      Positive








               Posko Pengaduan Tunjangan Hari Raya (THR) Kementerian Ketenagakerjaan
               (Kemnaker) sudah menerima 735 pengaduan dan konsultasi buruh yang tidak dapat
               THR. Selain itu ada 422 di antaranya adalah pengaduan dalam rentang waktu 11-18
               Mei 2020. Dari 735 pengaduan dan konsultasi yang diterima oleh Kemnaker, 422
               adalah pengaduan terkait THR dan 313 adalah konsultasi. Berdasarkan laporan
               kriteria pengaduan THR, yang telah dibayarkan sesuai dengan ketentuan ada 326
               pengaduan, yang tidak mampu membayar ada 274.

               "Posko THR ini telah dimanfaatkan para pekerja, pengusaha maupun masyarakat
               umum yang membutuhkan informasi, konsultasi maupun pengaduan THR. Semua
               telah kita tindaklanjuti," kata Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah
               dalam siaran pers kementerian yang diterima di Jakarta, Rabu (20/5/2020).


               Rincian 274 yang tidak mampu bayar THR itu terdiri dari 167 yang tidak bayar THR,
               27 ditunda, 40 dibayar bertahap dan 40 pemotongan THR. Menaker memastikan
               bahwa setiap pengaduan yang masuk akan ditindaklanjuti oleh tim dari Ditjen
               Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja (PHI dan Jamsos)
               serta Ditjen Pembinaan Pengawasan Ketenagakerjaan dan Keselamatan dan
               Kesehatan Kerja (PPK dan K3) Kemnaker.

               "Tentunya kita dorong untuk dilakukan dialog secara bipartit yang melibatkan
               pekerja dan pengusaha, sehingga mereka mencapai solusi dan kesepakatan
               bersama terkait pembayaran THR ini. Kesepakatan itu harus dilaporkan ke Dinas
               Tenaga Kerja setempat," kata Menaker.

               Menaker menegaskan bahwa perusahaan harus membayar THR sesuai dengan
               ketentuan perundang-undangan. Jika terjadi kesulitan pembayaran, opsi bisa
               dibicarakan dalam dialog kekeluargaan antara pekerja dan pengusaha untuk
               mencapai kesepakatan. Dialog tersebut harus dilandasi oleh laporan keuangan
               internal perusahaan dan hasilnya harus berupa kesepakatan tertulis yang dilaporkan
               ke Dinas Ketenagakerjaan di daerah masing-masing.

               Bagi perusahaan yang tidak membayar tepat waktu tanpa perjanjian dengan
               pekerja, Menaker mengingatkan adanya sanksi administratif berupa teguran tertulis
               dan sanksi pembatasan kegiatan usaha. Selain itu, pengusaha yang terlambat
               membayar THR dikenai denda sebesar 5 persen yang akan dikelola dan
               dipergunakan untuk kesejahteraan pekerja dan buruh.





                                                      Page 133 of 141.
   129   130   131   132   133   134   135   136   137   138   139