Page 94 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 22 MEI 2020
P. 94
"Kadang orang ragu memberikan bantuan karena dananya di- pool di satu tempat
lalu didistribusikan, tapi yang memberi tidak tahu ke mana dananya, tidak
terkontrol. Maka kami ingin ada transparansi dengan impact yang terukur, 'uang
ini bantu si itu, angkanya segini' dan mereka bisa kenal sendiri dengan keluarga
yang dibantu," terangnya.
Ia berharap ketentuan ini bisa dimanfaatkan oleh kedua belah pihak untuk
membangun jejaring komunikasi. Kendati begitu, sambungnya, bila donatur tidak
bisa memilih sendiri keluarga korban PHK mana yang ingin dibantu, maka program
memberikan bantuan tombol acak untuk memberikan 10 keluarga pilihan kepada
donatur.
Penetapan 10 keluarga ini sesuai sistem acak di dalam situs. Kemudian, donatur
tinggal memilih salah satu diantaranya untuk menjadi penerima bantuan.
"Ketika donatur sudah memilih, maka dana akan diberikan dari rekening donatur
langsung ke rekening keluarga penerima," ucapnya.
Dino mengatakan situs ini nantinya akan dikendalikan oleh Kemnaker. Selain itu,
program juga masih menunggu penandatangan kerja sama antara pemerintah dan
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI selaku mitra penyalur dana
bantuan.
"Tapi saya optimis bisa mulai pekan ini, Kemnaker pun sudah menyiapkan datanya.
Diaspora pun sudah pada siap untuk memberikan bantuan, tinggal tunggu bisa
akses website, lalu nanti ada aplikasinya juga untuk mereka," ungkapnya.
Dasar Nominal dan Jangka Waktu Dino menjelaskan nominal pemberian bantuan
sengaja dipatok US$50 per bulan sesuai dengan rata-rata tingkat kemampuan
diaspora. Menurut hasil survei internal IDN, nominal tersebut setara uang makan
harian diaspora.
"Tadinya kami mau US$100 per bulan, tapi akhirnya US$50 per bulan karena itu
setara uang makan mereka di luar negeri. Jadi ibaratnya mereka sisihkan uang
makan mereka untuk para korban PHK dan dirumahkan ini," katanya.
Selain itu, nominal bantuan juga menyesuaikan dengan standar pemberian bantuan
sosial (bansos) dari pemerintah di dalam negeri. Sejak pandemi corona berlangsung,
pemerintah memberikan bansos tunai maupun berupa paket sembako dengan nilai
Rp600 ribu per bulan kepada keluarga penerima manfaat.
"Kami lihat yang pemerintah berikan, tapi kami tambahkan sedikit, sehingga
harapannya bisa ikut membantu, minimal untuk penuhi kebutuhan sembako
mereka," katanya.
Begitu pula dengan standar pemberian bantuan selama tiga bulan. Hanya saja,
menurut Dino, program bantuan Diaspora Peduli ini memberikan keleluasaan bagi
donatur untuk memberikan lebih dari tiga bulan.
Page 93 of 141.

