Page 302 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 7 JULI 2021
P. 302

KEMNAKER LAKUKAN PEMERIKSAAN TERKAIT MASUKNYA 20 TKA DI SULSEL

              Kementerian  Ketenagakerjaan  terus  melakukan  koordinasi  dengan  Ditjen  Imigrasi  dan
              Pemerintah Daerah melalui Pengawas Ketenagakerjaan Disnakertrans Provinsi Sulawesi Selatan
              terkait informasi mendaratnya 20 TKA asal China di Bandara Sultan Hasanudin, Sulawesi Selatan,
              Sabtu (3/7) malam.

              Kepala Biro Humas Kemnaker, Chairul Fadly Harahap, menjelaskan, berdasarkan hasil koordinasi
              dengan Pengawas Ketenagakerjaan Disnakertrans Provinsi Sulawesi Selatan, bahwa 20 orang
              TKA tersebut datang sebagai calon tenaga kerja asing dalam rangka uji coba kemampuan dalam
              bekerja pada Proyek Strategis Nasional PT Huady Nickel-Alloy Kabupaten Bantaeng, Sulawesi
              Selatan.  Hal  itu  memang  diatur  dalam  Peraturan  Presiden  Nomor  109  Tahun  2020  tentang
              Perubahan Ketiga Atas Perpres Nomor 3 Tahun 2016 tentang Percepatan Pelaksanaan Proyek
              Strategis Nasional.

              “Pada lampiran nomor urut 96 memang Kawasan Industri Bantaeng, Provinsi Sulawesi Selatan,
              merupakan salah satu dari Proyek Strategis Nasional yang ada dalam Perpres dimaksud," ujar
              Chairul dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Selasa.

              Saat  ini  Kemnaker  berkoordinasi  dengan  Pengawas  Ketenagakerjaan  Disnakertarns  Provinsi
              Sulawesi Selatan yang terus melakukan pendataan dan pemantauan terhadap keberadaan calon
              TKA tersebut untuk memastikan bahwa keberadaannya sudah sesuai dengan regulasi.

              Chairul menjelaskan lebih lanjut bahwa 20 orang yang diduga calon TKA tersebut sudah berada
              di Indonesia sebelum diberlakukan PPKM Darurat dan telah menjalani karantina sesuai protokol
              kesehatan yang berlaku, dan masuk ke Provinsi Sulawesi Selatan tanggal 3 Juli 2021 dengan
              mengikuti protokol kesehatan pada masa pandemi COVID-19.

              Terkait kebijakan penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) darurat
              ini,  Chairul  menyatakan  pihaknya  tetap  mengacu  pada  kebijakan  Pemerintah  yang  telah
              ditetapkan melalui SE Ketua Satgas COVID-19, SE Menaker, maupun instruksi-instruksi lainnya
              yang mengatur terkait hal tersebut.

              “Pemerintah tetap berjuang melawan Pandemi COVID-19, namun ekonomi tetap berjalan lewat
              proyek-proyek  strategis  nasional,  selama  membawa  kemanfaatan  yang  luas.  Proyek  yang
              melibatkan sedikit TKA untuk proses alih teknologi menyerap lebih banyak pekerja domestik.
              TKA didatangkan investor sesuai izin dan ketentuan/prosedur protokol kesehatan, " tambah dia.

              Hingga saat ini, proses pelayanan penggunaan Tenaga Kerja Asing (TKA) untuk permohonan
              baru, masih tetap dihentikan sementara. Namun hal itu, dikecualikan bagi TKA yang bekerja
              pada Proyek Strategis Nasional (PSN) dan obyek vital strategis atau nasional tersebut.

              Berdasarkan Surat (SE) Edaran Nomor M/3/HK.04/II/2021 tentang Pelayanan Penggunaan TKA
              dalam  Upaya  Pencegahan  masuknya  Corona  Virus  Disease  2019  (COVID-19),  maka  untuk
              sementara proses pelayanan penggunaan TKA untuk permohonan baru masih dihentikan.

              "Penghentian  sementara  sebagaimana  dimaksud  dalam  angka  1  dikecualikan  bagi  TKA  yang
              bekerja pada PSN dan objek vital strategis/nasional berdasarkan pertimbangan atau izin khusus
              tertulis dari kementerian/lembaga terkait," kata Chairul.
              Sesuai  SE  Nomor  M/3/HK.04/II/2021,  Pemberi  Kerja  dapat  mengajukan  permohonan
              penggunaan TKA bagi TKA yang masih berada di wilayah Indonesia. SE ini mulai berlaku pada
              tanggal 9 Februari 2021 hingga batas waktu yang ditentukan oleh Satuan Tugas Penanganan
              COVID-19.



                                                           301
   297   298   299   300   301   302   303   304   305   306   307