Page 306 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 7 JULI 2021
P. 306

Hingga  dengan  saat  ini,  Bandar  Udara  Internasional  Sultan  Hasanuddin  di  Makassar  tidak
              melayani penerbangan internasional.
              "Saat  ini  entry  point  ke  wilayah  Indonesia  bagi  pelaku  perjalanan  internasional,  hanya  bisa
              melalui  beberapa  bandara  yaitu  Kualanamu  di  Medan,  Soekarno  Hatta  di  Banten,  Juanda  di
              Surabaya,  Sam  Ratulangi  di  Sulawesi  Utara,  dan  Zainuddin  Abdul  Madjid  di  Nusa  Tenggara
              Barat," ungkapnya.

              Sebagai  informasi,  Direktorat  Jenderal  Keimigrasian  Kementerian  Hukum  dan  HAM,  telah
              menjelaskan bahwa 20 TKA asal China yang datang melalui Bandar Udara Sultan Hasanuddin
              tersebut, rencananya akan melalukan uji coba kemampuan dalam bekerja di Proyek Strategis
              Nasional, di Kabupaten Bantaeng Sulawesi Selatan.

              Adapun Peraturan Menteri Hukum dan HAM Nomor 26 Tahun 2020 tentang Visa dan Izin Tinggal
              Pada  Masa  Adaptasi  Kebiasaan  Baru,  mengecualikan  masuknya  orang  asing  untuk  tujuan
              esensial seperti uji coba keahlian bagi TKA, penyatuan keluarga, dan alasan kemanusiaan.
              Sebelumnya  diberitakan,  20  TKA  China  yang  masuk  ke  Sulawesi  Selatan  disebut  belum
              mengantongi  izin  kerja  atau  izin  mempekerjakan  tenaga  asing  (IMTA).  Mereka  adalah  calon
              pekerja di PT Huadi Nickel Alloy, Bantaeng, Sulsel.

              Kepala Kantor Imigrasi Makassar Agus Winarto mengatakan 20 orang ini masih menunggu izin
              IMTA oleh kementerian ketenagakerjaan. Hingga kini, belum keluar.

              "20 orang ini masih menunggu notifikasi dari Kemenaker. Yang keluarkan izin kerja kan dari
              Kemenaker, kami hanya izin tinggal untuk bekerja," ujar Agus di kantornya, Senin (5/7/2021).

              Kantor Imigrasi Makassar masih memberi izin tinggal hingga 30 hari mendatang. Jika dalam
              waktu 30 hari izin IMTA-nya belum keluar, maka mereka akan dipulangkan.
              "Kalau 30 hari belum ada notifikasinya belum keluar, maka mereka akan keluar atau pulang. 30
              hari  diberi  kesempatan.  Tapi  ini  kewenangannya  di  Kemenaker.  Dipulangkan  langsung  ke
              negaranya, lewat Jakarta karena kita tidak ada penerbangan dari Makassar," jelasnya.

              Saat ini, Kantor Imigrasi Makassar mencatat ada 198 tenaga kerja asing yang ada di Sulsel.
              Mereka tersebar di beberapa daerah.

              Tenaga kerja asing ini didominasi oleh warga Tiongkok. 76 orang diantaranya ada di Bantaeng.

              Agus menjelaskan tenaga kerja asing ini merupakan penumpang penerbangan domestik yang
              tiba di Bandara Soekarno Hatta pada 3 Juli 2021.

              Mereka adalah TKA pertama yang tiba di Sulsel sebelum pemberlakuan pembatasan kegiatan
              masyarakat Jawa-Bali pada 3-20 Juli 2021.

              "Sehingga  visa  yang  dikeluarkan  oleh  Dirjen  Imigrasi  kami  yakini  bahwa  TKA  tersebut  telah
              melalui prosedur kesehatan sesuai dengan ketentuan yang berlaku," jelasnya.

              Sumber : suara.com.











                                                           305
   301   302   303   304   305   306   307   308   309   310   311