Page 114 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 3 AGUSTUS 2021
P. 114

"Pengajuan (pencairan) telah disampaikan ke Kemenkeu dan saat ini sedang diproses," ujarnya
              kepada CNNIndonesia.com, Senin (2/9).
              Sebelumnya,  BPJS  Ketenagakerjaan  telah  menyerahkan  data  calon  penerima  BSU  kepada
              Kemnaker sebagai basis data penerima BSU. Data diberikan secara bertahap yakni 1 juta orang
              pada tahap awal.

              Dikonfirmasi  terpisah,  Direktur  Jenderal  Perbendaharaan  Kemenkeu  Hadiyanto  menuturkan
              pencairan BSU dari Kemenkeu juga akan dilakukan secara bertahap. Pencairannya disesuaikan
              dengan validitas data pekerja.

              "Dilakukan  secara  bertahap  mempertimbangkan  kesiapan  validitas  data  penerima  BSU  yang
              disiapkan oleh BPJS Ketenagakerjaan," tuturnya.


              Sebagai informasi, BSU akan disalurkan kepada sekitar 8 juta buruh. Masing-masing buruh akan
              mendapatkan bantuan Rp500 ribu per bulan selama dua bulan, sehingga total bantuan mencapai
              Rp1 juta.

              Selain batasan gaji, syarat lainnya adalah pekerja merupakan peserta aktif program jaminan
              sosial  ketenagakerjaan  BPJS  Ketenagakerjaan  sampai  Juni  2021.  Lalu,  BSU  hanya  diberikan
              kepada buruh yang bekerja di wilayah yang menerapkan PPKM level 3 dan level 4.

              Kemudian, BLT subsidi gaji diutamakan bagi buruh yang bekerja di sektor barang konsumsi,
              transportasi, aneka industri, properti dan real estate, perdagangan, dan jasa.
              Menteri  Ketenagakerjaan  Ida  Fauziyah  mengimbau  pekerja  yang  bergaji  Rp3,5  juta  untuk
              melengkapi data nomor rekening kepada masing-masing perusahaan tempat mereka bekerja.
              Lalu, perusahaan harus segera mendaftarkan karyawannya menjadi peserta jaminan sosial di
              BPJS Ketenagakerjaan agar mendapatkan BSU.
              "Variabel kelengkapan data yang dicek seperti nomor rekening, NIK, sektor usaha. Lalu kami
              melakukan pemadanan data penerima bantuan lainnya," ucap Ida beberapa waktu lalu.





































                                                           113
   109   110   111   112   113   114   115   116   117   118   119