Page 110 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 3 AGUSTUS 2021
P. 110

penghasilannya  karena  pembatasan  jam  kerja.  Selain  itu,  diharapkan  mampu  meningkatkan
              daya beli dan menjaga tingkat kesejahteraan pekerja/buruh," papar Menteri Komunikasi dan
              Informatika Johnny G. Plate dalam keterangannya, Senin (2/8/2021).

              Pekerja/buruh yang telah memenuhi syarat akan menerima BSU senilai Rp 500.000 per bulan,
              berlaku untuk dua bulan dan akan disalurkan sekaligus. Adapun syarat penerima BSU menurut
              Pasal 3 Permenaker Nomor 16 Tahun 2021 adalah sebagai berikut : 1. Warga Negara Indonesia
              2. Peserta aktif BPJS Ketenagakerjaan sampai dengan Juni 2021 3. Mempunyai gaji paling banyak
              sebesar Rp 3.500.000 per bulan 4. Bekerja di wilayah PPKM level 3 dan level 4 yang ditetapkan
              oleh  pemerintah.  5.  Diutamakan  bekerja  pada  sektor  usaha  industri  barang  konsumsi,
              transportasi, aneka industri Mengenai persyaratan jumlah gaji, terdapat ketentuan tambahan
              bagi pekerja/buruh yang bekerja di wilayah dengan upah minimum provinsi atau kabupaten/kota
              lebih besar dari Rp3,5 juta. Persyaratan gaji/upah tersebut menjadi paling banyak sebesar upah
              minimum provinsi atau kabupaten/kota, yang dibulatkan ke atas hingga ratus ribuan penuh.
              Sebagai contoh, upah minimum Kabupaten Karawang sebesar Rp 4.798.312 dibulatkan menjadi
              Rp 4.800.000. Dengan demikian, persyaratan gaji maksimal pekerja di Kabupaten Karawang
              yang berhak menerima BSU adalah Rp 4,8 juta.

              Terkait gaji minimal, lebih lanjut dalam Pasal 3A dijelaskan pula bahwa gaji yang dimaksudkan
              terdiri dari upah pokok dan tunjangan tetap.

              Untuk  mencegah  tumpang  tindih  penerima  bantuan,  penerima  BSU  juga  diprioritaskan  bagi
              pekerja yang belum menerima program Kartu Prakerja, Program Keluarga Harapan (PKH), dan
              bantuan produktif usaha mikro (BPUM) Dari BPJS Ketenagakerjaan, Pemerintah telah menerima
              1 juta data calon penerima, dari 8,73 juta pekerja/buruh yang diproyeksikan akan menerima
              BSU, Jumat (30/7/2021). Data calon penerima bantuan bersumber dari data kepesertaan BPJS
              Ketenagakerjaan.  Data  tersebut  telah  mendapatkan  verifikasi  dan  validasi  oleh  BPJS
              Ketenagakerjaan sesuai kriteria dan persyaratan yang ditentukan oleh Permen Nomor 16 Tahun
              2021. Nantinya, data 1 juta calon penerima BSU tersebut juga akan dicek dan di-screening oleh
              Kementerian  Ketenagakerjaan  untuk  memastikan  kesesuaian  format  data,  dan  menghindari
              duplikasi data Data penerima bantuan diambil dari data BPJS Ketenagakerjaan sampai dengan
              30 Juni 2021, sehingga hanya peserta yang telah terdaftar hingga waktu tersebut dan memenuhi
              syarat  saja  yang  berhak  menerima  BSU.  Bagi  pekerja/buruh  yang  merasa  memenuhi  syarat
              namun  ragu  apakah  telah  terdaftar  dalam  BPJS  Ketenagakerjaan,  dapat  mengecek  melalui
              website  https://sso.bpjsketenagakerjaan.go.id/  dan  apabila  mengalami  kesulitan  saat  login,
              dapat menghubungi Call Center BPJS Ketenagakerjaan 1500910.

              Pemerintah juga menegaskan, bahwa sebagai upaya percepatan penyaluran serta meminimalisir
              penyelewengan  penyaluran  bantuan,  BSU  akan  didistribusikan  langsung  ke  rekening  bank
              penerima bantuan, pada bulan Agustus.

              Para penerima BSU yang memiliki mobile banking langsung dapat mengecek di gawainya, atau
              bisa melalui ATM dan ke kantor cabang bank penyalur. Adapun bank penyalur BSU adalah bank
              milik negara yang terhimpun dalam HIMBARA, yaitu Bank BNI, Bank BRI, Bank Mandiri, dan
              Bank BTN. Khusus untuk penyaluran dana bantuan kepada pekerja/buruh penerima bantuan di
              Provinsi  Aceh,  menggunakan  Bank  Syariah  Indonesia  (BSI)  Kemudian,  Menteri  Johnny
              mengimbau kepada perusahan dengan tempat kerja atau pabrik yang masih memberlakukan
              WFO, agar terus menjalankan protokol kesehatan secara ketat dan disiplin, serta menyiapkan
              segala kebutuhan untuk menjalankan protokol kesehatan tersebut.
              "Sejalan  dengan  tujuan  utama  penyaluran  BSU,  pemerintah  juga  berharap  pengusaha
              memelihara dialog secara bipatrit dengan pekerja/buruhnya, untuk mencari solusi terbaik bagi
              kedua belah pihak. Dengan demikian, kelangsungan berusaha pengusaha dapat terjaga, dengan
              tetap memperhatikan keberlangsungan hidup pekerja/buruh di masa pandemi," tambah Menteri
              Kominfo.
                                                           109
   105   106   107   108   109   110   111   112   113   114   115