Page 108 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 3 AGUSTUS 2021
P. 108
hunian buruh dan di gang kampung," kata Ilhamsyah dalam keterangan resmi yang diterima
CNNIndonesia.com, Senin (2/7).
Ilhamsyah menilai aksi mengibarkan Bendera Putih adalah bentuk protes atas ketidakmampuan
dan kegagalan negara mengatasi masalah pandemi dan krisis ekonomi.
Ilhamsyah mencontohkan perilaku para pejabat masih tidak menunjukkan empati di tengah
kesulitan hidup rakyat saat pandemi. Justru sebaliknya cenderung kasar dan arogan terhadap
rakyat miskin. Ia menyinggung para anggota DPR meminta fasilitas isoman spesial dengan biaya
negara di saat rakyat bertaruh nyawa.
Tak hanya itu, Ilhamsyah juga mengkritik seorang pejabat yang mengatakan pandemi sudah
terkendali. Padahal saat itu semakin banyak rakyat yang meninggal karena fasilitas kesehatan
yang kolaps. Beberapa pejabat memang pada akhirnya meminta maaf, tapi dia menilai tindakan
itu seperti basa-basi yang kedaluwarsa.
Di sisi lain, Ilhamsyah juga menyoroti upaya vaksinasi yang berlangsung lambat dan tidak
merata. Ia menilai di banyak tempat banyak rakyat semakin antusias untuk divaksin, malah
kehabisan stok vaksin.
"Seluruh kegagalan pemerintah ini begitu kasat mata. Ini adalah pelanggaran terhadap
konstitusi, yang berbunyi:.melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah,"
kata dia.
Belum ada tanggapan resmi dari pemerintah terkait pernyataan serikat buruh ini. Namun, pada
21 Juli 2021, Sekretaris Kabinet Pramono Anung mengklaim pemerintah telah berada di jalur
yang benar atau on the right track dibandingkan negara lain dalam penanganan virus corona
(Covid-19). Pramono menyebut saat ini ada lebih dari 215 negara di dunia yang terdampak
pandemi Covid-19.
Ilhamsyah juga menilai pemerintah berusaha untuk berkelit dari penerapan Undang-Undang
Nomor 6 Tahun 2018 tentang Karantina Kesehatan. Dalam Undang-Undang tersebut pemerintah
diwajibkan menjamin kebutuhan hidup warga selama karantina ketika ada wabah penyakit.
Ia menilai pemerintah enggan menerapkan aturan tersebut bukan karena tidak punya dana yang
cukup. Sebab, pemerintah memang tidak mau memprioritaskan kehidupan dan keselamatan
warga sebagai prioritas utama.
"Pemerintah menggunakan pendekatan ekonomi dalam mengatasi masalah kesehatan. Dan
selama satu tahun lebih berjalan, pendekatan itu terbukti gagal dan menyakiti rakyat," ungkap
dia.
Sejumlah warga di berbagai kota mulai mengibarkan bendera putih. Sepanjang kawasan
Malioboro, Yogykarta misalnya, bendera putih dikibarkan oleh para pedagang. Ribuan pedagang
kuliner malam di Kota Medan juga telah mengibarkan bendera putih.
Selama masa PPKM Level 4 pemerintah telah menyiapkan sejumlah fasilitas bantuan sosial
maupun kredit bagi pihak yang terdampak pandemi.
Untuk bansos, pemerintah memberikan sedikitnya enam fasilitas bansos. Di antaranya Program
Keluarga Harapan (PKH) yang akan diberikan dalam tiga bulan sekaligus pada Juli 2021. Dana
yang dianggarkan untuk PKH sebesar Rp28,31 triliun pada 2021.
Kemudian pemerintah juga memberikan diskon tarif listrik untuk pelanggan 450 VA dan 900 VA,
bansos tunai (BST), kartu sembako, beras 10 kilogram, dan BLT subsidi gaji.
(rzr/ugo) .
107

