Page 192 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 3 AGUSTUS 2021
P. 192
SAT RESKRIM POLRES FAKFAK BERHASIL AMANKAN 2 TERSANGKA TINDAK
PIDANA EKSPLOITASI ANAK
Kepolisian Resor Fakfak melalui Jajaran Satuan Reserse Kriminal, berhasil mengamankan dua
Tersangka Tindak Pidana Eksploitasi Anak atau Perdagangan Orang, hari jum’at (30/7/2021).
Kasat Reskrim Polres Fakfak Iptu Handam Samudro, STK. SIK memimpin langsung giat
penangkapan, dengan melibatkan Personil Sat Reskrim Polres Fakfak.
Kasus ini bermula pada bulan mei 2021, Tersangka inisial TS menemui Korban IGH (umur 17
thn) dan Saksi Z di Jl. Kompleks BTN Waitatiri Kota Ambon. Saat itu Tersangka TS mengatakan
kepada Korban IGH bahwa Saya (Tsk. TS) mau kerja di Fakfak, kerja di Fakfak itu enak,
semuanya terjamin, Kamorang (Korban IGH dan Saksi Z) mau ikut ka ?, Selang beberapa hari
kemudian Tsk TS menghubungi Korban IGH dan Saksi Z, serta mengajak Korban IGH dan Saksi
Z untuk tinggal di rumah Tersangka TS, hingga akhirnya Korban IGH dan Saksi Z ditampung di
rumah Tersangka TS selama 1 bulan.
Selanjutnya, tepat hari jumat (2/7/2021) sekitar jam 04.00 wit, Tersangka TS bersama Korban
IGH dan Saksi Z berangkat dari rumah Tersangka TS dengan menggunakan mobil menuju
Pelabuhan Wahai dan tiba di Pelabuhan Wahai sekitar jam 14.00 wit, kemudian Tersangka TS
bersama Korban IGH dan Saksi Z dengan menggunakan KMP. Kalabia berangkat menuju Fakfak,
tiba di Fakfak hari sabtu (3/7/2021) sekitar jam 13.00 wit.
Setibanya di Pelabuhan Fakfak, Tersangka TS bersama Korban IGH dan Saksi Z dijemput oleh
Tersangka M Alias L, dibawa menuju Café Barcelona. Setelah tiba di Cafe Barcelona, Korban IGH
dan Saksi Z disuruh untuk istirahat. Hari senin (5/7/2021) Korban IGH kaget karena ternyata
akan dipekerjakan di Cafe Barcelona sebagai Pramuria. Pada saat itu Korban IGH disodorkan
kontrak kerja oleh Tersangka M Alias L, dimana nama Korban IGH dalam kontrak kerja sudah
dirubah dengan nama Erlin, dengan tujuan agar tidak diketahui identitas Korban yang
sebenarnya (Korban IGH berumur 17 thn).
Tersangka M alias L juga mengancam Korban IGH, apabila Korban tidak mau melayani tamu,
maka akan dikenakan cas yg dihitung menjadi tanggungan hutang bagi Korban IGH. Selama 2
minggu Korban IGH dipekerjakan sebagai Pramuria di Café Barcelona, melayani Para Tamu
Hidung Belang, termasuk mengkonsumsi minuman keras.
Kapolres Fakfak AKBP Ongky Isgunawan, SIK melalui Kasat Reskrim Iptu Handam Samudro, STK.
SIK mengatakan “Awalnya kasus ini diketahui dari adanya informasi masyarakat bahwa di Café
Barcelona telah mempekerjakan anak di bawah umur, sehingga Jajaran Sat Reskrim Polres
Fakfak dalam hal ini Unit PPA (Pelayanan Perempuan dan Anak) bergerak cepat melakukan
penyelidikan termasuk mengambil keterangan Korban IGH”, dan selanjutnya Korban IGH
menyampaikan Laporan ke Polres Fakfak. Adapun barang bukti yang diamankan antara lain :
Kartu Keluarga, Dokumen Kontrak Kerja dan Nota Cafe Barcelona (tambah Kasat Reskrim).
"Setelah dilakukan Gelar Perkara, dari pengumpulan Alat Bukti berupa Keterangan Korban/Saksi
dan Petunjuk, serta Barang Bukti, maka dilakukan peralihan status M alias L dan TS dari Saksi
menjadi tersangka, Selanjutnya hari jum’at (30/7/2021) sekira pukul 10.00 wit dilakukan
penangkapan terhadap Tersangka M Alias L dan Tersangka TS, dan kemudian dilakukan
penahanan di Rutan Polres Fakfak." tegas Kasat Reskrim).
Terhadap kedua Tersangka, dikenakan Pasal 2 ayat (1) UU No. 21 Tahun 2007 tentang
Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang dan/atau Pasal 76I Jo Pasal 88 UU No. 35
Tahun 2014 Tentang Perubahan Atas UU No. 23 tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak dengan
ancaman pidana 10 (sepuluh) tahun penjara dan/atau denda paling banyak 200.000.000,- (dua
ratus juta rupiah).
191

