Page 27 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 3 AGUSTUS 2021
P. 27

menjadi Rp3,5 juta atau jika Upah Minimum setempat lebih tinggi, maka akan mengacu pada
              Upah Minimum yang berlaku.


              HORE. PEMERINTAH KEMBALI SALURKAN BANTUAN SUBSIDI UPAH PADA PEKERJA
              TERDAMPAK PPKM

              Pemerintah kembali memberikan Bantuan Subsidi Upah (BSU) kepada para pekerja Indonesia
              yang  terdampak  Pandemi  Covid-19.  BPJS  Ketenagakerjaan  (BPJamsostek)  juga  kembali
              dipercaya sebagai penyedia data pekerja untuk penyaluran BSU tahun 2021 tersebut. Tahun ini
              BSU menyasar sebanyak 8.7 juta pekerja yang terdampak pandemi Covid-19.

              Kriteria  penerima  BSU  tahun  2021  tertuang  dalam  Peraturan  Menteri  Ketenagakerjaan
              No.16/2021. Terdapat penyesuaian pada kriteria penerima BSU tahun 2021 ini, antara lain batas
              maksimal upah menjadi Rp3,5 juta atau jika Upah Minimum setempat lebih tinggi, maka akan
              mengacu pada Upah Minimum yang berlaku.

              Sementara untuk masa kepesertaan aktif BPJamsostek ditentukan hingga Juni 2021. Penyaluran
              dana BSU ini diberikan kepada pekerja terdampak yang berada di wilayah PPKM kategori Level
              3 dan 4 di seluruh Indonesia. Besaran BSU tahun 2021 mencapai Rp500.000 selama 2 bulan
              yang diberikan sekaligus sebesar Rp1 juta.

              Terakhir, untuk rekening bank yang bisa menerima BSU ini hanya diperkenankan menggunakan
              Bank Himbara (Bank BNI, Bank Mandiri, Bank BRI, dan Bank BTN).

              Kepala Kantor BPJamsostek Cabang Yogyakarta, Asri Basir mengatakan wilayah DI Yogyakarta
              masuk dalam PPKM level 3 dan 4 sehingga salah satu kriteria penerima bantuan telah terpenuhi.
              "Kami akan berkoordinasi dengan HRD perusahaan untuk mengumpulkan data yang dibutuhkan,
              sehingga penyaluran BSU tepat sasaran" ujar Asri, Senin (2/8/2021).

              Direktur Utama BPJamsostek Anggoro Eko Cahyo menyatakan, penggunaan kembali data yang
              dikelola institusinya untuk BSU, menunjukkan pentingnya data Jaminan Sosial Ketenagakerjaan
              (Jamsostek)  valid.  Data  kepesertaan  BPJamsostek  tersebut  merupakan  bank  data  pekerja
              terbesar di Indonesia.

              Untuk  itu,  katanya,  pemberi  kerja  diminta  untuk  tertib  kepesertaan  Jamsostek  dan  selalu
              menjaga  validitas  datanya.  Para  pekerja  juga  harus  selalu  memastikan  telah  mendapat
              perlindungan  BPJamsostek.  "Dengan  menjadi  peserta  BPJamsostek,  pekerja  terlindungi  dari
              risiko kerja, dan juga mendapatkan nilai tambah seperti BSU. Pastikan kepesertaan tertib melalui
              aplikasi BPJSTKU dan cek di HRD masing-masing," kata Anggoro.

              Untuk mempermudah penyaluran BSU, pekerja yang belum memiliki rekening Bank Himbara
              akan dibukakan rekening secara kolektif, dengan memenuhi beberapa kebutuhan data tertentu.
              Seluruh  Kantor  Cabang  BPJamsostek  akan  berkoordinasi  dengan  HRD  perusahaan  untuk
              mengumpulkan  secara  kolektif  7  mandatory  data  untuk  syarat  pembukaan  rekening  Bank
              Himbara.

              Mulai dari Nomor Induk Kependudukan (NIK), Nama Lengkap, Tanggal Lahir, Alamat Pemberi
              Kerja, Nama Ibu Kandung, Nomor Telepon Selular dan Alamat Email. "Mohon kerjasama pihak
              perusahaan agar proses ini dapat berjalan lancar," tambah Anggoro.

              Anggoro  juga  mengungkapkan  penyerahan  data  BSU  dilakukan  secara  bertahap  kepada
              Kementerian  Ketenagakerjaan,  sebagai  pelaksana  teknis  BSU.  Hal  ini  untuk  memastikan
              penyaluran bantuan tepat sasaran sekaligus meminimalisir terjadinya kesalahan distribusi BSU.


                                                           26
   22   23   24   25   26   27   28   29   30   31   32