Page 31 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 3 AGUSTUS 2021
P. 31

Angka tersebut di bawah bulan sebelumnya sebesar 53,5.

              Direktur  Asosiasi  Ekonomi  di  IHS  Markit,  Jingyi  Pan  mengatakan,  ada  dua  dampak  terkait
              menurunnya industri manufaktur Indonesia.

              Pertama, menghambat keseluruhan kondisi perekonomian melalui permintaan, produksi, dan
              ketenagakerjaan.

              Kedua, memperburuk rantai pasokan dan biaya bagi produsen.

              “Gelombang kedua Covid-19 dengan keras dan cepat menghantam sektor manufaktur Indonesia
              pada bulan Juli. Menurut survei PMI IHS Markit, menyebabkan indeks output dan permintaan
              baru turun jauh ke wilayah kontraksi,” jelas Jingyi dalam keterangannya, Senin (2/8/2021).

              Menurut data terkini, output dan permintaan baru menurun pada laju tercepat sejak Mei 2020.

              Peningkatan gangguan berasal dari gelombang kedua Covid-19 yang menghambat produksi dan
              permintaan.
              Di  tengah  ketidakpastian  gelombang  kedua  Covid-19,  perusahaan  manufaktur  Indonesia
              menurunkan tingkat ketenagakerjaan mereka pada Juli.

              “Ketidakpastian  yang  terus  meningkat  juga  menyebabkan  perusahaan  di  sektor  manufaktur
              melakukan PHK pada laju tercepat sejak bulan Juni 2020, meski kabar baiknya adalah mungkin
              ini akan berjalan sementara di tengah pembatasan PPKM Level 4,” ucap Jingyi.

              “Tentunya  hal  ini  membawa  harapan  pemulihan  dan  kemungkinan  adanya  perbaikan  dari
              permintaan yang tertunda,” katanya.










































                                                           30
   26   27   28   29   30   31   32   33   34   35   36