Page 35 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 3 AGUSTUS 2021
P. 35

Prakerja,  Louisa  Tuhatu,  menyatakan  persiapan  untuk  membuka  gelombang  pendaftaran
              program Kartu Prakerja yang baru sedang berjalan.
              Namun Louisa enggan merinci hasil evaluasi maupun inovasi yang akan dilakukan dalam periode
              pelatihan yang baru nanti. "Tunggu pengumumannya begitu sudah ada keputusan dari Komite
              Cipta  Kerja,"  ujarnya,  kemarin.  Pemerintah  mengalokasikan  tambahan  anggaran  untuk
              gelombang ke-18 yang merangkul tambahan peserta hingga 2,8 juta orang.

              Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Tauhid Ahmad,
              menyatakan perlu ada perhatian khusus terhadap efektivitas program tersebut. Menurut Tauhid,
              pada  masa  pandemi  Covid-19,  Kartu  Prakerja  ditujukan  untuk  membantu  masyarakat  yang
              kehilangan pekerjaan.

              Selain diberikan dana pelatihan sebesar Rp 1 juta, peserta yang terpilih memperoleh bantuan
              sosial selama empat bulan dengan total Rp 2,4 juta plus Rp 150 ribu setelah mengisi tiga kali
              survei.
              Namun, kata dia, dana tersebut mengalir tak hanya ke masyarakat kelas bawah. Dalam data
              Survei Angkatan Kerja Nasional Badan Pusat Statistik (BPS) tahun lalu, Indef mencatat 45,09
              persen masyarakat kelas menengah serta 14,34 persen masyarakat kelas atas menerima dana
              Kartu  Prakerja.  "Risikonya,  program  ini  tidak  mendorong  konsumsi  rumah  tangga,"  ujar  dia
              kepada Tempo, kemarin. Sebab, kelompok masyarakat menengah dan atas cenderung menahan
              diri untuk mengeluarkan uang serta memilih menyimpannya selama masa pandemi ini.

              Tauhid mengatakan efektivitas pelatihan juga harus menjadi perhatian pemerintah, termasuk
              inovasi materi agar peserta bisa terserap industri. "Harusnya yang memberikan pelatihan bukan
              pihak ketiga, melainkan industrinya."

              Direktur  Eksekutif  Core  Indonesia,  Mohammad  Faisal,  menyatakan  pemerintah  juga  harus
              merancang  program  pembelajaran  luar  jaringan  atau  offline.  Sebab,  kata  dia,  beberapa
              keterampilan yang dibutuhkan dunia usaha tak cukup hanya melalui tayangan video. Pertemuan
              secara langsung juga bisa menjadi ajang bagi para peserta untuk mendapat masukan serta saran
              atas ilmu yang telah dia pelajari.

              Ihwal sasaran penerima manfaat, Faisal pun sepakat perlu ada perhatian khusus jika gelombang
              baru dibuka. Dalam data Survei Angkatan Kerja Nasional BPS tahun lalu, sebanyak 66,47 persen
              penerima  Kartu  Prakerja  merupakan  orang  yang  sudah  bekerja.  Adapun  penganggur  yang
              menerima  dana  program  ini  sebesar  22,24  persen  dan  bukan  pekerja  hanya  11,29  persen.
              "Banyak yang justru bukan orang yang kehilangan pekerjaan dan menganggur. Efektivitasnya
              bisa jadi lebih rendah," kata dia.

              Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyatakan program Kartu Prakerja akan dilanjutkan
              hingga akhir tahun ini dengan tambahan anggaran Rp 10 triliun. Awalnya, program tersebut
              hanya berjalan sampai paruh pertama 2021. Dengan tambahan dana tersebut, sepanjang tahun
              ini pemerintah mengalokasikan Rp 30 triliun dengan harapan bisa menggaet 8,4 juta peserta.
              Sri  mengatakan  dana  tersebut  dapat  mulai  dicairkan  pada  Juli-Agustus  2021  atau  pada
              gelombang ke-18.  "Kartu  Prakerja  ini  akan  difokuskan  untuk  pekerja  yang  mengalami PHK,"
              ujarnya.










                                                           34
   30   31   32   33   34   35   36   37   38   39   40