Page 38 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 3 AGUSTUS 2021
P. 38
Judul Terganjal Regulasi Melindungi Pelaut Indonesia
Nama Media koran.tempo.co
Newstrend Perlindungan ABK
Halaman/URL https://koran.tempo.co/read/nasional/466833/terganjal-regulasi-untuk-
mencegah-perbudakan-abk-indonesia-tak-terulang?
Jurnalis Avit Hidayat
Tanggal 2021-08-03 00:00:00
Ukuran 0
Warna Warna
AD Value Rp 17.500.000
News Value Rp 52.500.000
Kategori Ditjen Binapenta
Layanan Korporasi
Sentimen Negatif
Narasumber
neutral - Benny Rhamdani (Kepala Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI))
Padahal, menurut amanat undang-undang, rancangan peraturan pemerintah itu diterbitkan
paling lambat dua tahun semenjak Undang-Undang Pelindungan Pekerja Migran disahkan
negative - Benny Rhamdani (Kepala Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI))
Seolah-olah ada keinginan cawe-cawe untuk ikut mengurus dan mengatur. Mereka berpikir
seperti itu karena tidak mengedepankan kepentingan negara
negative - Imam Syafi’i (Ketua Advokasi Hukum dan Hak Asasi Manusia Pergerakan Pelaut
Indonesia) Dampaknya, perusahaan yang sudah punya SIUPPAK tapi belum memiliki SIP3MI
akhirnya di bandara tidak bisa memberangkatkan ABK, sehingga biaya pengusaha yang
dibebankan ke ABK semakin berat
positive - Imam Syafi’i (Ketua Advokasi Hukum dan Hak Asasi Manusia Pergerakan Pelaut
Indonesia) Artinya, potensi perbudakan terus terjadi apabila tidak ada lembaga negara yang
mengambil alih melakukan pengawasan, pemantauan, dan evaluasi demi menjamin keselamatan
ABK
negative - Anis Hidayah (Direktur Eksekutif Migrant Care) Tapi itu tidak diterapkan dan
monitoring-nya lemah sekali terhadap agensi kapal maupun agensi yang mengirim ABK
positive - Anis Hidayah (Direktur Eksekutif Migrant Care) Tindakan pencegahan dan monitoring
sama sekali tak pernah dilakukan pemerintah
Ringkasan
Praktik perbudakan modern pelaut Indonesia di kapal asing yang terus terjadi diduga terjadi
akibat lemahnya perlindungan pemerintah terhadap warga negaranya. Kepala Badan
Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI), Benny Rhamdani, mengatakan minimnya
perlindungan terhadap anak buah kapal (ABK) terjadi karena Undang-Undang Nomor 18 Tahun
2017 tentang Pelindungan Pekerja Migran Indonesia belum memiliki aturan pelaksana.
37

