Page 309 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 20 MEI 2021
P. 309

Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal mengatakan, dari tahun ke
              tahun, Posko Tunjangan Hari Raya oleh Kementerian Ketenagakerjaan sekadar menjadi pusat
              pencatatan administratif pelanggaran saja. "Petugas memang cepat merespons pengaduan yang
              masuk, tetapi tindak lanjutnya sering kali terlalu lama," kata Said, Selasa (18/5/2021), di Jakarta.

              Said  mencontohkan  laporan  pengaduan  pembayaran  THR  tahun  2020.  Data  Kementerian
              Ketenagakerjaan menyebutkan, ada 410 laporan pengaduan yang masuk. Meski tenggat akhir
              pelunasan THR adalah Desember 2020, hingga awal Mei 2021 masih ada 103 perusahaan yang
              belum selesai diperiksa dan belum melunasi kewajibannya tersebut.

              Said menambahkan, laporan pelanggaran THR tahun 2020 yang disampaikan KSPI juga ada
              yang belum ditindaklanjuti. Berdasarkan data Serikat Pekerja Nasional, sampai April 2021 masih
              ada  1.478  pekerja  di  wilayah  Jabodetabek  yang  pembayaran  THR-nya  belum  dilunasi  meski
              sudah terlewat setahun.

              Menurut Said, pekerja membutuhkan penegakan hukum yang tegas meski tidak harus berupa
              pemberian  sanksi  keras.m  Pemberian  sanksi  kepada  perusahaan  berupa  pembatasan  atau
              pencabutan  izin  usaha  tidak  tepat  pada  saat  resesi  karena  hanya  akan  menambah  angka
              pengangguran.

              "Yang kami butuhkan, pengawas ketenagakerjaan proaktif mendatangi perusahaan,mengecek
              kondisi keuangannya, melakukan persuasi, dan memastikan THR tetap dibayarkan sesuai dengan
              kesepakatan. Jangan dibiarkan dan baru ditindaklanjuti setelah sekian lama," ujar Said.

              Dari data Kementerian Ketenagakerjaan, sepanjang 20 April-18 Mei 2021 ada 1.860 laporan yang
              masuk terdiri dari 710 konsultasi dan 1.150 pengaduan THR. Sebanyak 444 dari total laporan
              tersebut diteruskan ke Dinas Ketenagakerjaan di 21 provinsi untuk diproses. Adapun sisanya
              masih diperiksa kelengkapan datanya.

              Kasus yang diadukan terdiri dari THR yang dicicil oleh perusahaan, THR yang dibayarkan sebesar
              50 persen, dan THR yang tidak dibayar penuh karena ada pemotongan gaji. Ada pula kasus THR
              yang  tidak  dibayarkan  sebesar  sebulan  gaji  sesuai  dengan  ketentuan,  serta  THR  yang  tidak
              dibayarkan sama sekali karena perusahaan terdampak pandemi Covid-19.


              Investigasi
              Sekretaris Jenderal Kementerian Ketenagakerjaan Anwar Sanusi mengatakan, Posko THR secara
              fisik akan ditutup pada 20 Mei meski pengaduan secara daring tetap diterima. Pemerintah akan
              mulai menindaklanjuti secara resmi semua laporan pengaduan setelah Posko THR ditutup.

              Pengawas  ketenagakerjaan  di  tingkat  provinsi  dan  pusat  akan  dikerahkan  untuk  melakukan
              investigasi.  Mereka  akan  mendatangi  perusahaan  yang  diadukan  dan  memeriksa  kondisi
              keuangan perusahaan terkait.

              "Tindak lanjutnya, setelah tanggal 20 Mei akan kami lakukan. Kami akan konsolidasi data dulu
              dengan dinas-dinas ketenagakerjaan di daerah untuk memastikan langkah tindak lanjut laporan
              ini seperti apa," kata Anwar.

              Anwar menambahkan, meski pemerintah baru akan menindaklanjuti laporan setelah 20 Mei, saat
              ini  sudah  ada  beberapa  laporan  yang  secara  otomatis  diselesaikan  di  tingkat  dinas
              ketenagakerjaan di daerah atas inisiatif perusahaan bersangkutan. (AGE)







                                                           308
   304   305   306   307   308   309   310   311   312   313   314