Page 115 - KLIPING KETENAGAKERJAAN 25 MARET 2020
P. 115
Judul Was-Was THR Dicicil, Selengkapnya di iNews Room Rabu Pukul 18.00
WIB
Nama Media okezone.com
Newstrend Aturan THR 2021
Halaman/URL https://economy.okezone.com/read/2021/03/24/320/2383414/was-
was-thr-dicicil-selengkapnya-di-inews-room-rabu-pukul-18-00-wib
Jurnalis Tim Okezone
Tanggal 2021-03-24 17:23:00
Ukuran 0
Warna Warna
AD Value Rp 17.500.000
News Value Rp 52.500.000
Kategori Kementerian Ketenagakerjaan
Layanan Korporasi
Sentimen Positif
Narasumber
positive - Dinar Titus Jogaswitani (Direktur Pengupahan Direktorat Jenderal Pembinaan
Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja (Ditjen PHI JSK) Kementerian
Ketenagakerjaan) Belum (belum ada keputusan mengenai THR). Sedang dirapatkan
negative - Titus Jogaswitani (Direktur Pengupahan Kementerian Ketenagakerjaan Dinar) Belum
(belum ada keputusan mengenai THR). Sedang dirapatkan
Ringkasan
Sejumlah pengusaha mulai minta dibolehkan mencicil THR Karyawan Lebaran tahun ini. Mesti
berbagai serikat pekerja menolak, tapi sepertinya Kementrian Ketenagakerjaan akan kasih lampu
hijau permintaan pengusaha. Kabarnya, Kementrian punya formula khusus skema cicilan THR.
Direktur Pengupahan Direktorat Jenderal Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial
Tenaga Kerja (Ditjen PHI JSK) Kementerian Ketenagakerjaan Dinar Titus Jogaswitani
mengatakan, saat ini pihaknya masih melakukan pembahasan untuk menetapkan mekanisme
THR pada tahun ini. Selain itu juga bisa pihaknya meminta masukan dari bergai pihak dari mulai
pengusaha maupun buruh dan pekerja.
WAS-WAS THR DICICIL, SELENGKAPNYA DI INEWS ROOM RABU PUKUL 18.00 WIB
JAKARTA - Sejumlah pengusaha mulai minta dibolehkan mencicil THR Karyawan Lebaran tahun
ini. Mesti berbagai serikat pekerja menolak, tapi sepertinya Kementrian Ketenagakerjaan akan
kasih lampu hijau permintaan pengusaha. Kabarnya, Kementrian punya formula khusus skema
cicilan THR.
Direktur Pengupahan Direktorat Jenderal Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial
Tenaga Kerja (Ditjen PHI JSK) Kementerian Ketenagakerjaan Dinar Titus Jogaswitani
mengatakan, saat ini pihaknya masih melakukan pembahasan untuk menetapkan mekanisme
114

