Page 112 - KLIPING KETENAGAKERJAAN 25 MARET 2020
P. 112
INDONESIA INCAR TINGKATKAN JUMLAH TENAGA KERJA BERKETERAMPILAN
KHUSUS DI JEPANG
Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Jepang membahas upaya peningkatan kerja sama
penempatan Pekerja Migran Indonesia (PMI) ke Jepang dan program pemagangan. Dalam
penempatan PMI, kerjasama kedua pemerintah telah terjalin dalam 2 program, yaitu program
Indonesia - Japan Economic Partnership Agreement (IJEPA) dan Specified Skilled Worker (SSW).
Menteri Ketenagakerjaan, Ida Fauziyah, menyatakan Pemerintah Indonesia ingin berkontribusi
untuk mengisi kebutuhan tenaga kerja di Jepang melalui program SSW. Hal itu lantaran saat ini
Jepang tengah mengalami ageing population dan shortage tenaga kerja, sehingga butuh banyak
pekerja migran dari berbagai negara.
Dalam program SSW, Pemerintah Indonesia mencatat bahwa berdasarkan data dari Kementerian
Kehakiman Jepang per 31 Desember 2020, jumlah PMI yang bekerja sebagai SSW sebanyak
1.514 orang, yang mana hanya separuh dari jumlah pekerja migran SSW Vietnam di Jepang.SSW
sendiri membuka 14 sektor kerja seperti keperawatan, manufaktur, konstruksi bangunan, dan
penerbangan.
"Jumlah tersebut masih jauh dari target Pemerintah Indonesia yang berkeinginan untuk
memenuhi 20 persen dari kuota SSW sebanyak 345.000 tenaga kerja dari semua negara,"
ujarnya saat menerima courtesy call Duta Besar Jepang untuk Indonesia secara virtual, Rabu
(24/3).
Menaker Ida mengemukakan, hingga kini pihaknya juga masih menunggu kembali proses
dibukanya program pemagangan. Adapun tahapan persiapan peserta pemagangan sampai saat
ini, yaitu jumlah peserta magang yang sudah mendapatkan visa dan siap berangkat sebanyak
2.287 orang (kerja sama IM Japan dengan Kemnaker sebanyak 88 orang dan Sending
Organization sebanyak 2.199 orang).
Selanjutnya Sementara itu, kerjasama dalam program IJEPA telah berjalan hampir 13 tahun. Dia
mencatat sebanyak 3.080 PMI telah bekerja sebagai Nurse dan Careworker di Jepang, dan 716
orang di antaranya telah berhasil menjadi Registered Nurse dan Certified Careworker di Jepang.
"Kami sangat berterima kasih atas kesempatan yang diberikan kepada tenaga kerja Indonesia
dan kami berharap kerja sama penempatan PMI ke Jepang dalam program IJEPA dapat
ditingkatkan, baik dalam penambahan kuota penempatan PMI sebagai Nurse dan Careworker,
maupun dalam perluasan sektor penempatan PMI di bawah program IJEPA," terangnya.
Menteri Ida pun berharap, Pemerintah Jepang dapat kembali membuka akses masuk bagi PMI
pada masa pandemi Covid-19. Untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19, Pemerintah
Indonesia telah menyusun Standard Operating Procedure (SOP). Beberapa hal yang diatur dalam
SOP tersebut antara lain PMI yang akan bekerja ke luar negeri diwajibkan mengikuti tes PCR,
proses monitoring, dan evaluasi pelaksanaan penempatan selama masa new normal.
Duta Besar Jepang untuk Indonesia, Kanasugi Kenji, menyambut baik keinginan Pemerintah
Indonesia untuk meningkatkan kerjasama penempatan PMI dengan pihaknya. Hal itu lantaran
selama ini reputasi tenaga kerja Indonesia dinilai baik oleh masyarakat Jepang.
Kanasugi akan mempertimbangkan lebih lanjut mengenai penempatan PMI ke depannya. Dia
akan menyampaikan ke Pemerintah Jepang yang berada di Tokyo. "Pembahasan ini akan kami
bawa ke Tokyo sebagai laporan," katanya.
[bim].
111

