Page 109 - KLIPING KETENAGAKERJAAN 25 MARET 2020
P. 109
dikemukakan saat Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah menerima courtesy call Duta Besar
Jepang untuk Indonesia secara virtual, Rabu, 24 Maret 2021. Menaker Ida menyatakan bahwa
Pemerintah Indonesia dan Jepang telah intens menjalin kerja sama yang sangat baik, khususnya
dalam penempatan PMI dan pemagangan ke Jepang. "Dalam penempatan PMI, kerjasama kedua
pemerintah telah terjalin dalam 2 program, yaitu program Indonesia - Japan Economic
Partnership Agreement (IJEPA) dan Specified Skilled Worker (SSW)," kata Menaker Ida.
INDONESIA-JEPANG BAHAS PENEMPATAN PEKERJA MIGRAN DAN PROGRAM
PEMAGANGAN
INFO NASIONAL - Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Jepang membahas upaya kerja sama
dalam hal penempatan Pekerja Migran Indonesia (PMI) ke Jepang dan program pemagangan.
Hal itu dikemukakan saat Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah menerima courtesy call Duta
Besar Jepang untuk Indonesia secara virtual, Rabu, 24 Maret 2021.
Menaker Ida menyatakan bahwa Pemerintah Indonesia dan Jepang telah intens menjalin kerja
sama yang sangat baik, khususnya dalam penempatan PMI dan pemagangan ke Jepang. "Dalam
penempatan PMI, kerjasama kedua pemerintah telah terjalin dalam 2 program, yaitu program
Indonesia - Japan Economic Partnership Agreement (IJEPA) dan Specified Skilled Worker (SSW),"
kata Menaker Ida.
Kerja sama dalam program IJEPA telah berjalan hampir 13 tahun. Dalam kurun waktu tersebut,
tercatat sebanyak 3.080 PMI telah bekerja sebagai Nurse dan Careworker di Jepang, sementara
716 orang di antaranya telah berhasil menjadi Registered Nurse dan Certified Careworker di
Jepang.
"Kami sangat berterima kasih atas kesempatan yang diberikan kepada tenaga kerja Indonesia
dan kami berharap kerja sama penempatan PMI ke Jepang dalam program IJEPA dapat
ditingkatkan, baik dalam penambahan kuota penempatan PMI sebagai Nurse dan Careworker,
maupun dalam perluasan sektor penempatan PMI di bawah program IJEPA," kata Ida.
Ida menyatakan bahwa lembaganya ingin berkontribusi untuk mengisi kebutuhan tenaga kerja
di Jepang melalui program SSW. Hal itu dilandasi karena saat ini Jepang tengah mengalami
ageing population dan shortage tenaga kerja, sehingga butuh banyak pekerja migran dari
berbagai negara.
Dalam program SSW, tercatat berdasarkan data dari Kementerian Kehakiman Jepang per 31
Desember 2020, jumlah PMI yang bekerja sebagai SSW sebanyak 1.514 orang, di mana hanya
separuh dari jumlah pekerja migran SSW Vietnam di Jepang.
Jumlah tersebut disebutnya masih jauh dari target Pemerintah Indonesia yang berkeinginan
untuk memenuhi 20 persen dari kuota SSW sebanyak 345.000 tenaga kerja dari semua negara.
Program SSW sendiri membuka 14 sektor kerja seperti keperawatan, manufaktur, konstruksi
bangunan, dan penerbangan.
Menaker Ida mengemukakan, hingga kini pihaknya juga masih menunggu kembali proses
dibukanya program pemagangan. Adapun tahapan persiapan peserta pemagangan sampai saat
ini, yaitu jumlah peserta magang yang sudah mendapatkan visa dan siap berangkat sebanyak
2.287 orang. Perinciannya yakni, kerja sama IM Japan dengan Kemnaker sebanyak 88 orang
dan Sending Organization sebanyak 2.199 orang.
Ia pun berharap, Pemerintah Jepang dapat kembali membuka akses masuk bagi PMI pada masa
pandemi Covid-19. Untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19, Pemerintah Indonesia telah
menyusun Standard Operating Procedure (SOP) bagi PMI yang akan bekerja ke luar negeri,
108

