Page 107 - KLIPING KETENAGAKERJAAN 25 MARET 2020
P. 107

INDONESIA DAN JEPANG LANJUTKAN KERJA SAMA KETENAGAKERJAAN

              Pemerintah Indonesia dan Jepang telah lama menjalin kerja sama ketenagakerjaan yang sangat
              baik,  khususnya  dalam  penempatan  pekerja  migran  Indonesia  (PMI)  dan  pemagangan  ke
              Jepang. Kedua melakukan 2 program, yaitu Program Indonesia - Japan Economic Partnership
              Agreement (IJEPA) dan Specified Skilled Worker (SSW).

              "Dalam penempatan PMI, kerja sama kedua pemerintah telah terjalin dalam 2 program, yaitu
              Program  Indonesia  -  Japan  Economic  Partnership  Agreement  (IJEPA)  dan  Specified  Skilled
              Worker (SSW)," kata Menaker, Ida Fauziyah, saat menerima courtesy call Duta Besar Jepang
              untuk Indonesia secara virtual, Rabu (24/3/2021).

              Menurutnya, kerja sama dalam program IJEPA telah berjalan hampir 13 tahun. Ia mencatat,
              3.080 PMI telah bekerja sebagai Nurse dan Careworker di Jepang, dan 716 orang diantaranya
              telah berhasil menjadi Registered Nurse dan Certified Careworker di Jepang.

              "Kami sangat berterima kasih atas kesempatan yang diberikan kepada tenaga kerja Indonesia
              dan  kami  berharap,  kerja  sama  penempatan  PMI  ke  Jepang  dalam  Program  IJEPA  dapat
              ditingkatkan, baik dalam penambahan kuota penempatan PMI sebagai Nurse dan Careworker,
              maupun dalam perluasan sektor penempatan PMI di bawah program IJEPA," ujarnya.

              Ida  menambahkan,  pemerintah  Indonesia  juga  ingin  berkontribusi  untuk  mengisi  kebutuhan
              tenaga  kerja  di  Jepang  melalui  program  SSW.  Saat  ini,  Jepang  tengah  mengalami  ageing
              population  dan  shortage  tenaga  kerja,  sehingga  butuh  banyak  pekerja migran  dari  berbagai
              negara.

              Dalam  Program  SSW,  pemerintah  Indonesia  mencatat,  berdasarkan  data  dari  Kementerian
              Kehakiman Jepang per 31 Desember 2020, jumlah PMI yang bekerja sebagai SSW sebanyak
              1.514 orang, yang mana hanya separuh dari jumlah pekerja migran SSW Vietnam di Jepang.

              Jumlah  tersebut  disebutnya  masih  jauh  dari  target  Pemerintah  Indonesia  yang  berkeinginan
              untuk memenuhi 20 persen dari kuota SSW sebanyak 345.000 tenaga kerja dari semua negara.
              SSW sendiri membuka 14 sektor kerja seperti keperawatan, manufaktur, kontruksi bangunan,
              dan penerbangan.

              Ida  mengemukakan,  hingga  kini,  pihaknya  juga  masih  menunggu  kembali  proses  dibukanya
              program pemagangan. Adapun tahapan persiapan peserta pemagangan sampai saat ini, yaitu
              jumlah peserta magang yang sudah mendapatkan visa dan siap berangkat sebanyak 2.287 orang
              (kerja sama IM Japan dengan Kemnaker sebanyak 88 orang dan Sending Organization sebanyak
              2.199 orang).

              Ia berharap, pemerintah Jepang dapat kembali membuka akses masuk bagi PMI pada masa
              pandemi  Covid-19.  Untuk  mengantisipasi  penyebaran  Covid-19,  pemerintah  Indonesia  telah
              menyusun Standard Operating Procedure (SOP).
              Beberapa hal yang diatur dalam SOP tersebut antara lain PMI yang akan bekerja ke luar negeri
              diwajibkan mengikuti tes PCR, proses monitoring, dan evaluasi pelaksanaan penempatan selama
              masa new normal.











                                                           106
   102   103   104   105   106   107   108   109   110   111   112