Page 148 - KLIPING KETENAGAKERJAAN 25 MARET 2020
P. 148
Judul Pembayaran THR Dicicil? Selengkapnya di iNews Siang Rabu Pukul 11.00
WIB
Nama Media okezone.com
Newstrend Aturan THR 2021
Halaman/UR https://economy.okezone.com/read/2021/03/24/320/2383185/pembayara
L n-thr-dicicil-selengkapnya-di-inews-siang-rabu-pukul-11-00-wib
Jurnalis Tim Okezone
Tanggal 2021-03-24 10:29:00
Ukuran 0
Warna Warna
AD Value Rp 17.500.000
News Value Rp 52.500.000
Kategori Kementerian Ketenagakerjaan
Layanan Korporasi
Sentimen Positif
Narasumber
neutral - Dinar Titus Jogaswitani (Direktur Pengupahan Direktorat Jenderal Pembinaan
Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja (Ditjen PHI JSK) Kementerian
Ketenagakerjaan,) Belum (belum ada keputusan mengenai THR). Sedang dirapatkan
Ringkasan
Pandemi yang menghantam sektor ekonomi dan industri di Indonesia menyebabkan munculnya
wacana pembayaran THR bagi karyawan dengan skema dicicil. Kementerian Ketenagakerjaan
masih membahas masalah tersebut di internal kementerian. Direktur Pengupahan Direktorat
Jenderal Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja (Ditjen PHI JSK)
Kementerian Ketenagakerjaan, Dinar Titus Jogaswitani, mengatakan, saat ini pembahasan untuk
menetapkan mekanisme THR masih dalam tahap pembahasan. Selain itu, kementerian juga akan
meminta masukan dari berbagai pihak, baik pengusaha, buruh dan pekerja.
PEMBAYARAN THR DICICIL? SELENGKAPNYA DI INEWS SIANG RABU PUKUL 11.00
WIB
JAKARTA - Pandemi yang menghantam sektor ekonomi dan industri di Indonesia menyebabkan
munculnya wacana pembayaran THR bagi karyawan dengan skema dicicil. Kementerian
Ketenagakerjaan masih membahas masalah tersebut di internal kementerian.
Direktur Pengupahan Direktorat Jenderal Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial
Tenaga Kerja (Ditjen PHI JSK) Kementerian Ketenagakerjaan, Dinar Titus Jogaswitani,
mengatakan, saat ini pembahasan untuk menetapkan mekanisme THR masih dalam tahap
pembahasan. Selain itu, kementerian juga akan meminta masukan dari berbagai pihak, baik
pengusaha, buruh dan pekerja.
147

