Page 152 - KLIPING KETENAGAKERJAAN 25 MARET 2020
P. 152
Judul Beneran Nih THR 2021 Bakal Dicicil Lagi? Ini Kata Kemnaker
Nama Media sindonews.com
Newstrend Aturan THR 2021
Halaman/URL https://ekbis.sindonews.com/read/374456/34/beneran-nih-thr-2021-
bakal-dicicil-lagi-ini-kata-kemnaker-1616547806
Jurnalis Giri Hartomo
Tanggal 2021-03-24 09:07:00
Ukuran 0
Warna Warna
AD Value Rp 17.500.000
News Value Rp 52.500.000
Kategori Kementerian Ketenagakerjaan
Layanan Korporasi
Sentimen Positif
Narasumber
negative - Dinar Titus Jogaswitani (Direktur Pengupahan Kementerian Ketenagakerjaan) Belum
(belum ada keputusan mengenai THR). Sedang dirapatkan
neutral - Dinar Titus Jogaswitani (Direktur Pengupahan Kementerian Ketenagakerjaan) Kita
sedang kaji kondisi saat ini sudah melewati pandemi atau belum. Saat ini sedang dipelajari agar
efektif di lapangan
neutral - Dinar Titus Jogaswitani (Direktur Pengupahan Kementerian Ketenagakerjaan) Biasanya
pertengahan puasa (aturan THR diterbitkan)
Ringkasan
Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) masih belum memutuskan mengenai mekanisme
pemberian Tunjangan Hari Raya (THR) untuk pekerja swasta dan buruh. Mengingat saat ini
masih dalam pembahasan di internal Kementerian. Direktur Pengupahan Direktorat Jenderal
Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja (Ditjen PHI JSK) Kementerian
Ketenagakerjaan Dinar Titus Jogaswitani mengatakan, saat ini pihaknya masih melakukan
pembahasan untuk menetapkan mekanisme THR pada tahun ini. Selain itu juga bisa pihaknya
meminta masukan dari bergai pihak dari mulai pengusaha maupun buruh dan pekerja.
BENERAN NIH THR 2021 BAKAL DICICIL LAGI? INI KATA KEMNAKER
JAKARTA - Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) masih belum memutuskan mengenai
mekanisme pemberian Tunjangan Hari Raya (THR) untuk pekerja swasta dan buruh. Mengingat
saat ini masih dalam pembahasan di internal Kementerian.
Direktur Pengupahan Direktorat Jenderal Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial
Tenaga Kerja (Ditjen PHI JSK) Kementerian Ketenagakerjaan Dinar Titus Jogaswitani
mengatakan, saat ini pihaknya masih melakukan pembahasan untuk menetapkan mekanisme
151

