Page 29 - KLIPING KETENAGAKERJAAN 25 MARET 2020
P. 29

KEHILANGAN PEKERJAAN AKIBAT PHK KINI DAPAT JAMINAN DARI BPJAMSOSTEK

              SURABAYA - BPJS Ketenagakerjaan atau BPJamsostek Jawa Timur mengadakan rapat koordinasi
              bersama bidang Hubungan Industrial dan Mediator Dinas Tenaga Kerja se Jawa Timur. Kegiatan
              yang digelar secara daring tersebut untuk meningkatkan kepatuhan penyelenggaraan jaminan
              sosial ketenagakerjaan di Jawa Timur.

              Selain itu, peran Mediator pada bidang Hubungan Industrial nantinya bisa dioptimalkan untuk
              melakukan  pembinaan  terhadap  perusahaan-perusahaan.  Terutama  bagi  perusahaan  yang
              belum mendaftarkan karyawannya ke seluruh program BPJS Ketenagakerjaan sesuai yang diatur
              dalam Peraturan Presiden Nomor 109 Tahun 2013 tentang Penahapan Kepesertaan Program
              Jaminan Sosial.

              Dimana dalam penyelenggaraan program Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP) mensyaratkan
              kepatuhan perusahaan dalam mengikuti seluruh program BPJS Ketenagakerjaan Deputi Direktur
              Wilayah BPJS Ketenagakerjaan Jawa Timur, Deny Yusyulia, mengatakan pentingnya jaminan
              sosial ketenagakerjaan bagi masyarakat untuk perlindungan diri dari risiko saat bekerja. Hal itu
              sesuai UU No. 24/2011 bahwa setiap pekerja wajib menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan, baik
              warga negara Indonesia maupun warga negara asing yang bekerja paling singkat 6 bulan di
              Indonesia.

              BPJS Ketenagakerjaan, lanjutnya merupakan badan hukum publik sesuai Undang-Undang yang
              menyelenggarakan 4 program jaminan sosial ketenagakerjaan yaitu Jaminan Kecelakaan Kerja
              (JKK), Jaminan Kematian (JKM), Jaminan Hari Tua (JHT) dan Jaminan Pensiun (JP). Sebagai
              amanat turunan dari Undang-undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta kerja pada tahun
              2021,  maka  bertambah  lagi  satu  program  BPJS  Ketenagakerjan  yaitu  Jaminan  Kehilangan
              Pekerjaan (JKP).

              "Program JKP ini merupakan insentif bagi perusahaan yang telah patuh dalam penyelenggaran
              jaminan sosial dan program ini gratis, tanpa dipungut iuran sedikitpun," katanya.

              Iuran program JKP sendiri merupakan tanggung jawab Pemerintah Pusat dan rekomposisi dari
              iuran  jaminan  sosial  ketenagakerjaan.  Manfaat  program  JKP  memberikan  uang  tunai,  akses
              informasi pasar kerja, dan pelatihan kerja yang diberikan kepada Pekerja/Buruh yang mengalami
              Pemutusan Hubungan Kerja (PHK).

              Deny berharap, semakin tergugah kesadaran para pemangku kepentingan untuk mendaftarkan
              diri  serta  para  pekerjanya  sehingga  semakin  banyak  tenaga  kerja  yang  terlindungi  program
              jaminan sosial.

              Sementara itu Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Jawa Timur, Himawan Estu
              Bagijo  menyampaikan  bahwa  pihaknya  mendukung  perlindungan  jaminan  sosial
              ketenagakerjaan  bagi  tenaga  kerja  di  Jawa  Timur.  "Pentingnya  perlindungan  jaminan  sosial
              ketenagakerjaan  bagi  para  tenaga  kerja  sebagai  peserta  untuk  memberikan  rasa  aman  dan
              nyaman ketika melakukan pekerjaan dan tugas sehari hari."
              Ia menghimbau seluruh pengusaha dan pekerja baik penerima upah, bukan penerima upah,
              pekerja  jasa  konstruksi,  Non  Aparatur  Sipil  Negara  serta  Pekerja  Migran  Indonesia  untuk
              memproteksi diri dengan menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan.

              "Hal ini merupakan bukti nyata negara hadir untuk memberikan kepastian perlindungan atas
              risiko sosial dan ekonomi bagi seluruh rakyat Indonesia," pungkasnya  (msd).





                                                           28
   24   25   26   27   28   29   30   31   32   33   34