Page 35 - KLIPING KETENAGAKERJAAN 25 MARET 2020
P. 35
POLTEKNAKER HARUS SUPER LINK AND MATCH DENGAN DUNIA INDUSTRI
JAKARTA - Politeknik Ketenagakerjaan (Polteknaker) merupakan salah satu lembaga pendidikan
yang fokus dalam pengembangan SDM ketenagakerjaan.
Sekretaris Jenderal Kementerian Ketengakerjaan Anwar Sanusi mengatakan, lembaga tersebut
ditujukan untuk terus melakukan perubahan ke arah yang lebih baik. Perubahan ini salah satunya
melalui penyesuaian dengan perkembangan pengetahuan dan teknologi.
"Perubahan yang dilakukan dalam jangka pendek akan menciptakan efisiensi kurikulum, sumber
daya manusia, produk riset dan infrastruktur," kata dia dalam sambutannya secara virtual pada
acara Review Kurikulum dan Silabus Politeknik Ketenagakerjaan Tahun 2021, di Jakarta, Rabu
(24/3/2021).
Menurut dia, hal-hal yang merupakan target dan tujuan Polteknaker ke depan harus
dikembangkan untuk mencapai tujuan institusi sebagai perguruan tinggi vokasional dalam
bidang ketenagakerjaan.
"Ke depan, Polteknaker harus memfokuskan pada bidang pendidikan, riset, kerja sama dengan
industri, lisensi produk penelitian dan PKM, serta penataan kampus yang memelihara kreativitas,"
lanjut Sekjen Anwar.
Dia menjelaskan, Polteknaker sebagai Perguruan Tinggi vokasi, harus mampu mewujudkan
super link and match dengan dunia usaha dan dunia industri, serta mampu menangani masalah
relevansi pendidikan dengan kebutuhan dunia kerja saat ini.
Menurutnya, ada 4 (empat) hal yang harus menjadi pedoman dasar dalam rangka akselerasi
Polteknaker dalam mewujudkan prinsip super link and match dengan DUDI.
Pertama, kata Anwar, pengembangan kurikulum pendidikan yang disusun dengan
mempertimbangkan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi yang berkembang di
masyarakat.
Kedua, lanjut dia, peningkatan sarana dan prasarana sarana yang memadai untuk mendukung
pelaksanaan penelitian di bidang industri.
"Ketiga, meningkatkan kualitas tenaga pengajar yang harus bisa bersaing di dunia kerja. Selain
itu perlu adanya fleksibilitas tenaga pengajar yang sewaktu-waktu dapat ditugaskan bekerja di
bidang industri," ujar dia.
Kemudian, jelas Anwar, perbaikan program pendidikan yang mengarah pada kebutuhan industri
dengan tujuan terciptanya relevansi antara program pendidikan dengan kebutuhan industri.
Dia berharap kemitraan Polteknaker dengan Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI) harus terus
ditingkatkan sebagai implementasi dari paradigma pendidikan yang bergerak dari supply driven
ke demand driven.
"Saya berharap melalui kegiatan ini, akan banyak perubahan dalam pengembangan kurikulum
dan silabus di Politeknik Ketenagakerjaan sehingga dapat sinergis dengan Dunia Usaha dan
Dunia Industri (DUDI)," kata dia.
(jpnn) Jangan Lewatkan Video Terbaru:.
34

