Page 40 - KLIPING KETENAGAKERJAAN 25 MARET 2020
P. 40
Judul BPJS Watch Tuding Menaker Lalaikan Beleid Beasiswa Anak
Nama Media gatra.com
Newstrend Jaminan Kecelakaan Kerja dan Kematian
Halaman/URL https://www.gatra.com/detail/news/507257/politik/bpjs-watch-tuding-
menaker-lalaikan-beleid-beasiswa-anak
Jurnalis redaksi
Tanggal 2021-03-24 20:56:00
Ukuran 0
Warna Warna
AD Value Rp 10.000.000
News Value Rp 30.000.000
Kategori Kementerian Ketenagakerjaan
Layanan Korporasi
Sentimen Negatif
Narasumber
negative - Timboel Siregar (Koordinator Advokasi BPJS Watch) Masalahnya di mana dan
bagaimana perkembangannya, hingga sekarang Menaker tidak menginformasikannya kepada
masyarakat
neutral - Timboel Siregar (Koordinator Advokasi BPJS Watch) Dananya sudah tersedia dan siap
diberikan. Namun pihak BPJamsostek belum berani memberikan beasiswa ini karena belum
adanya Permenaker
positive - Timboel Siregar (Koordinator Advokasi BPJS Watch) Semoga Permenaker ini bisa
segera selesai dan anak-anak yang berhak atas beasiswa segera memperolehnya
Ringkasan
BPJS Watch menyoroti Menteri Tenaga Kerja, Ida Fauziyah belum membuat aturan turunan PP
Jaminan Kecelakaan Kerja dan Kematian. Karena PP itu sudah berumur setahun tiga bulan.
Pemerintah mengundangkan Peraturan Pemerintah (PP) No. 82 tahun 2019 tentang
Penyelenggaraan Program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKm) pada
2 Desember 2019. "Masalahnya di mana dan bagaimana perkembangannya, hingga sekarang
Menaker tidak menginformasikannya kepada masyarakat," papar Koordinator Advokasi BPJS
Watch Timboel Siregar dalam keterangan tertulis yang diterima Gatra (23/3).
BPJS WATCH TUDING MENAKER LALAIKAN BELEID BEASISWA ANAK
Jakarta, - BPJS Watch menyoroti Menteri Tenaga Kerja, Ida Fauziyah belum membuat aturan
turunan PP Jaminan Kecelakaan Kerja dan Kematian. Karena PP itu sudah berumur setahun tiga
bulan. Pemerintah mengundangkan Peraturan Pemerintah (PP) No. 82 tahun 2019 tentang
Penyelenggaraan Program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKm) pada
2 Desember 2019.
39

