Page 349 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 26 JULI 2021
P. 349

KEMNAKER TERUS MATANGKAN KEBIJAKAN PROGRAM BSU 2021

              Menteri Ketenagakerjaa, Ida Fauziyah, menegaskan bahwa hingga saat ini, pihaknya masih terus
              mematangkan  kebijakan  penyaluran  bantuan  pemerintah  berupa  subsidi  gaji/upah  bagi
              pekerja/buruh, atau Bantuan Subsidi Upah (BSU) bagi pekerja/buruh di tahun 2021 ini. Kebijakan
              sebagai upaya membantu mengatasi dampak sektor ketenagakerjaan akibat pandemi COVID-
              19, khususnya di masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat.

              Melalui  kebijakan  penyaluran  BSU  2021  yang  diluncurkan  ke  publik  pada  Rabu  (21/7/2021)
              malam, lanjut Ida Fauziyah, diharapkan dapat mencegah terjadinya Pemutusan Hubungan Kerja
              (PHK)  dan  membantu  pekerja/buruh  yang  dirumahkan  atau  berkurang  gajinya  karena
              pembatasan jam kerja.

              "Upaya  ini  tidak  lain  agar  tingkat  pengangguran  dan  kemiskinan  akibat  pandemi  dapat  kita
              tekan," kata Menaker Ida Fauziyah di Jakarta, Kamis (22/7/2021).

              Sebagai salah satu pelaksana program

              Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), Kemnaker, kata Menaker Ida Fauziyah, sejak tahun 2020
              lalu telah menggulirkan empat program PEN dan menyentuh langsung sektor ketenagakerjaan
              di Indonesia.

              Pertama, program BSU yang telah diberikan kepada 12,2 juta orang. Kedua, program kartu pra
              kerja yang menyasar pada 5,5 juta orang. Ketiga, program bantuan produktif usaha mikro yang
              mencapai 12 juta orang. Keempat, berbagai program padat karya di Kementerian/Lembaga yang
              menyasar 2,6 juta orang.

              "Keempat  program  tersebut  merupakan  wujud  keseriusan  Kemnaker  sebagai  salah  satu
              pelaksana program PEN yang terus berupaya keras menanggulangi dampak pandemi COVID-19
              di sektor ketenagakerjaan," kata Menaker Ida Fauziyah.

              Menaker  Ida  Fauziyah  menambahkan,  pihaknya  juga  banyak  meluncurkan  progran  dalam
              penanganan dampak COVID-19 pada tahun 2020 lalu. Yakni pelatihan vokasi dengan metode
              blended training yang mencapai 121 ribu orang, pelatihan peningkatan produktivitas bagi 11 ribu
              tenaga kerja, serta sertifikasi kompetensi yang mencapai hampir 750 ribu orang.

              Program  lainnya  terkait  jaring  pengaman  perluasan  kesempatan  kerja  seperti  program
              wirausaha, padat karya, dan inkubasi bisnis yang total mencapai 322 ribu orang.
              Tak ketinggalan, Kemnaker juga melakukan jejaring kerja sama penempatan tenaga kerja di
              tengah pandemi, dengan berhasil menempatkan 948 ribu tenaga kerja di dalam maupun di luar
              negeri.

              "Jika kita total upaya pemerintah memitigasi dampak pandemi di sektor ketenagakerjaan tadi
              jumlahnya bisa mencapai 34,6 juta orang, melebihi penduduk usia kerja terdampak COVID-19,
              yang menurut survei BPS mencapai 29,12 juta orang," ujar Menaker Ida.

              Menaker  Ida  menjelaskan,  untuk  memastikan  investasi  dapat  menyerap  tenaga  kerja  secara
              optimal, maka pemerintah telah berkolaborasi dengan pemerintah daerah dalam memberikan
              perizinan  investasi.  Hal  ini  diperlukan  agar  investasi  yang  bisa  dilakukan  benar-benar  sesuai
              kebutuhan  dan  keunggulan  karakteristik  masing-masing  daerah,  serta  bisa  memberikan
              kontribusi maksimal bagi pembangunan termasuk, dalam hal penyerapan tenaga kerja.
              "Pemerintah  juga  menjalankan  strategi  kolaborasi  lintas  sektoral  dalam  hal  pengembangan
              investasi yaitu dalam pelaksanaan proyek-proyek strategis nasional yang dalam pelaksanaannya
              melibatkan berbagai K/L. Misalnya program pengembangan daerah pariwisata super prioritas,

                                                           348
   344   345   346   347   348   349   350   351   352   353   354