Page 368 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 26 JULI 2021
P. 368
yang mencapai 12 juta orang, serta keempat, program padat karya di kementerian/lembaga
yang menyasar 2,6 juta orang.
"Keempat program tersebut merupakan wujud keseriusan Kemnaker sebagai salah satu
pelaksana program PEN yang terus berupaya keras menanggulangi dampak pandemik COVID-
19 di sektor ketenagakerjaan," kata Menaker Ida Fauziyah di Jakarta, Kamis (22/7/2021).
1. Menggelar pelatihan kerja
Ida menambahkan, pihaknya juga meluncurkan beberapa program dalam penanganan dampak
COVID-19 pada tahun lalu. Seperti pelatihan vokasi dengan metode blended training yang
mencapai 121 ribu orang, pelatihan peningkatan produktivitas bagi 11 ribu tenaga kerja, serta
sertifikasi kompetensi yang mencapai hampir 750 ribu orang.
Program lainnya terkait jaring pengaman perluasan kesempatan kerja seperti program
wirausaha, padat karya, dan inkubasi bisnis yang total mencapai 322 ribu orang.
2. Menempatkan 948 ribu tenaga kerja
Selain itu, Kemnaker juga melakukan jejaring kerja sama penempatan tenaga kerja di tengah
pandemik dan berhasil menempatkan 948 ribu tenaga kerja baik di dalam maupun di luar negeri.
"Jika kita total upaya pemerintah memitigasi dampak pandemik di sektor ketenagakerjaan tadi
jumlahnya bisa mencapai 34,6 juta orang, melebihi penduduk usia kerja terdampak COVID-19,
yang menurut survei BPS mencapai 29,12 juta orang," ujar Ida.
3. Berkolaborasi dengan pemerintah daerah
Ida juga menjelaskan, untuk memastikan investasi dapat menyerap tenaga kerja secara optimal,
pemerintah pusat telah berkolaborasi dengan pemerintah daerah dalam memberikan perizinan
investasi.
Menurutnya, hal ini diperlukan agar investasi yang dilakukan bisa benar-benar sesuai dengan
kebutuhan serta keunggulan karakteristik masing-masing daerah. Selain itu ia juga bisa
memberikan kontribusi maksimal bagi pembangunan termasuk, dalam hal penyerapan tenaga
kerja.
"Pemerintah juga menjalankan strategi kolaborasi lintas sektoral dalam hal pengembangan
investasi yaitu dalam pelaksanaan proyek-proyek strategis nasional yang dalam pelaksanaannya
melibatkan berbagai pihak. Misalnya program pengembangan daerah pariwisata super prioritas,
Kemnaker melalui BLK ikut terlibat dalam pengembangan kualitas SDM pekerja yang ada," kata
Ida Fauziyah. (WEB)
367

