Page 460 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 26 JULI 2021
P. 460
Judul PHK Membayangi Pekerja Outsourcing
Nama Media Kontan
Newstrend Dampak Virus COVID-19 dalam Ketenagakerjaan
Halaman/URL Pg13
Jurnalis *
Tanggal 2021-07-26 04:23:00
Ukuran 76x163mmk
Warna Hitam/Putih
AD Value Rp 9.690.000
News Value Rp 29.070.000
Kategori Ditjen PHI & Jamsos
Layanan Korporasi
Sentimen Negatif
Narasumber
negative - Elly Rosita Silaban (Presiden Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia) Itu data
yang dari beberapa sumber
Ringkasan
Ancaman pemutusan hubungan kerja (PHK) bagi para pekerja jasa alih daya (outsourcing)
semakin nyata. Presiden Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia (KSBSI) Elly Rosita Silaban
mengungkapkan, jumlah karyawan perusahaan alih daya yang terkena PHK, baik yang
merupakan anggota KSBSI maupun bukan, sekitar 20.000 pekerja selama pandemi hingga Maret
2021. "Itu data yang dari beberapa sumber," ungkap dia, Minggu (25/7).
PHK MEMBAYANGI PEKERJA OUTSOURCING
ANCAMAN pemutusan hubungan kerja (PHK) bagi para pekerja jasa alih daya (outsourcing)
semakin nyata
Presiden Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia (KSBSI) Elly Rosita Silaban
mengungkapkan, jumlah karyawan perusahaan alih daya yang terkena PHK, baik yang
merupakan anggota KSBSI maupun bukan, sekitar '20.000 pekerja selama pandemi hingga Maret
2021. "Itu data yang dari beberapa sumber," ungkap dia, Minggu (25/7).
Nahasnya, tak semua karyawan outsourcing yang terkena PHK terjamin hak-haknya.
Hal ini umumnya terjadi pada karyawan yang tidak tergabung dalam serikat pekerja. Di sisi lain,
upaya menuntut penjaminan hak-hak pekerja outsourcing yang terkena PHK juga sulit di masa
pandemi Covid-19.
Ketua Departemen Komunikasi dan Media Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Kahar S
Cahyono mengatakan, kontrak kerja karyawan outsourcing kini semakin pendek. Jika dulu rata-
rata durasi kontrak alih daya 6-12 bulan, saat ini buruh kontrak/outsourcing banyak yang
dikontrak 1-3 bulan saja.
459

