Page 467 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 26 JULI 2021
P. 467

Teranyar, pemerintah akan melanjutkan program subsidi atau Bantuan Subsidi Upah (BSU) untuk
              pekerja dengan penghasilan Rp3,5 juta per bulannya.


              EMITEN RITEL BERHARAP ‘BOLA SALJU’ SUBSIDI GAJI

              Bantuan subsidi upah yang akan dikucurkan pemerintah untuk menahan penurunan daya beli
              masyarakat selama Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat diharapkan
              dapat memperkuat kinerja emiten terkait.
              Pemerintah  meningkatkan  stimulus  bagi  masyarakat  guna  memulihkan  kembali  aktivitas
              perekonomian  yang  melambat  seiring  dengan  PPKM  Darurat.  Teranyar,  pemerintah  akan
              melanjutkan  program  subsidi  atau  Bantuan  Subsidi  Upah  (BSU)  untuk  pekerja  dengan
              penghasilan Rp3,5 juta per bulannya.
              Subsidi upah tersebut diberikan sebesar Rp500.000 selama dua bulan dalam sekali pencairan.
              Artinya, pekerja akan menerima bantuan tersebut sebesar Rp 1 juta.

              "Peserta yang [mendapat subsidi gaji] adalah yang membayar iuran dengan iuran yang dihitung
              berdasarkan upah di bawah Rp3,5 juta, sesuai dengan upah terakhir yang dilaporkan pemberi
              kerja  kepada  BPJS  Ketenagakerjaan,"  kata  Menteri  Ketenagakerjaan  Ida  Fauziyah  dalam
              konferensi pers, pekan lalu.

              Kendati begitu, ada sejumlah syarat bagi penerima subsidi upah tersebut. Pertama, pekerja yang
              mendapatkan  BSU  tersebut  harus  berada  di  wilayah  yang  menerapkan  PPKM  level  4  sesuai
              dengan Instruksi Menteri Dalam Negeri (Kemendagri) Nomor 22 Tahun 2021 tentang PPKM Level
              4 di Wilayah Jawa-Bali diterbitkan pada 20 Juli 2021.

              Adapun, kriteria yang masuk dalam wilayah PPKM level 4 adalah daerah yang mencatatkan kasus
              Covid-19 lebih dari 150/100.000 penduduk per minggu. Kemudian, perawatan pasien di rumah
              sakit  lebih dari  30/100.000  penduduk per  minggu,  dan  kasus kematian  lebih  dari  5/100.000
              penduduk per minggu.

              Syarat  kedua,  pekerja  yang  akan  mendapat  subsidi  gaji  adalah  mereka  yang  bekerja  pada
              industri  barang  konsumsi,  perdagangan  dan  jasa  kecuali  jasa  pendidikan  dan  kesehatan,
              transportasi, aneka industri properti, dan realestat.

              Harapannya,  kebijakan  tersebut  dapat  meningkatkan  daya  beli  masyarakat.  Lantas,  apakah
              kebijakan tersebut dapat menjadi katalis positif bagi sejumlah sektor emiten di lantai bursa?

              Analis  RHB  Sekuritas  Michael  Wilson  Setjoadi  mengatakan  kebijakan  tersebut  dapat  menjadi
              katalis positif bagi sektor padat karya dengan gaji pegawai UMR misalnya di sektor rokok, garmen
              dan juga ritel.

              "Karena subsidi gaji dari pemerintah tidak sama dengan kenaikan gaji Rp 1 juta ke buruh, buruh
              tetap dapat gaji di bawah Rp3,5 juta," kata Michael kepada Bisnis.

              Menurut  Michael,  stimulus  tersebut  tidak  lantas  untuk  meningkatkan  daya  beli  namun  lebih
              kepada  menjaga  daya  beli  itu  sendiri.  Kendati  begitu,  dengan  adanya  stimulus  dapat
              meminimalisir dampak yang lebih buruk untuk para pekerja.
              "Dampaknya  mungkin  lebih  sedikit  PHK  dan  itu  bisa  menjaga  daya  beli  masyarakat  juga,"
              katanya.





                                                           466
   462   463   464   465   466   467   468   469   470   471   472