Page 133 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 9 JUNI 2021
P. 133

JANGKAU SELURUH INDONESIA, KINI KEMNAKER PUNYA 2.127 BLK KOMUNITAS

              Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah mengungkap pihaknya terus berupaya mengembangkan
              kompetensi  calon  tenaga  kerja  dan  perluasan  kesempatan  kerja  salah  satunya  melalui  BLK
              Komunitas.  Ia  menyebut  hal  ini  sebagai  upaya  pemerintah,  melalui  Kemnaker,  dalam
              memulihkan sektor ketenagakerjaan Indonesia.

              "Dalam konteks inilah kehadiran Balai Latihan Kerja Komunitas (BLK Komunitas) menjadi sangat
              strategis.  Sebagaimana  kita  ketahui,  pembangunan  BLK  Komunitas  merupakan  salah  satu
              program  terobosan  Pemerintah  untuk  memperluas  akses  pelatihan  vokasi  bagi  masyarakat,
              khususnya di kalangan komunitas lembaga keagamaan, lembaga pendidikan agama, dan serikat
              pekerja," ungkap Ida dalam keterangan tertulis, Selasa (8/6/2021).

              Terkait  urgensi  BLK  Komunitas,  Ida  menyebutkan  kehadiran  BLK  Komunitas  sebagai  tekad
              pihaknya dalam mendekatkan sarana dan prasarana pelatihan dengan masyarakat di tingkat
              basis.  Ida  menambahkan  melalui  pembangunan  BLK  Komunitas,  pemerintah  bertekad  untuk
              menjangkau segala sudut yang belum terjangkau oleh lembaga pelatihan, baik dari pemerintah
              maupun swasta.

              "BLK  Komunitas  ini  memberikan  bekal  keahlian  vokasi  sesuai  kebutuhan  pasar  kerja  dan
              keterampilan  berwirausaha  bagi  para  santri  atau  komunitas  dan  masyarakat  sekitarnya,"
              imbuhnya.

              Ida  pun  memaparkan  di  tahun  2020,  Kemnaker  telah  membangun  sebanyak  1.014  BLK
              Komunitas. Adapun total BLK Komunitas yang telah berdiri sejak tahun 2017 hingga saat ini
              jumlahnya sebanyak 2.127. BLK Komunitas ini tersebar di lembaga keagamaan seperti pondok
              pesantren, seminari, damaseka, pasraman, serta komunitas serikat pekerja/serikat buruh yang
              tersebar di seluruh wilayah Indonesia.

              Ida  mengatakan  dengan  asumsi  2  paket  pelatihan  per  tahun  untuk  setiap  BLK  Komunitas,
              pihaknya bisa menambah kapasitas latih sebanyak kurang lebih 68 ribu pencari kerja per tahun.

              "Hal ini sejalan dalam upaya implementasi dari kebijakan Bapak Wakil Presiden untuk menjadikan
              pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) sebagai program prioritas pembangunan pertama
              dari 5 (lima) program prioritas yang telah ditetapkan," paparnya.
              Ida pun menilai BLK Komunitas tak hanya memberikan bekal keahlian vokasi sesuai kebutuhan
              pasar  kerja.  Akan  tetapi  juga  memberi  keterampilan  berwirausaha  bagi  para  santri,  siswa
              lembaga keagamaan dan anggota serikat buruh, serta komunitas dan masyarakat sekitarnya.

              "Sebagai laporan kepada Bapak Wakil Presiden dan sekaligus menindaklanjuti Instruksi Presiden
              Nomor 9 Tahun 2020 tentang Percepatan Pembangunan Kesejahteraan di Provinsi Papua dan
              Papua  Barat,  Kementerian  Ketenagakerjaan  mendapat  tugas  untuk  meningkatkan  SDM
              masyarakat Papua dan Papua Barat," jelas Ida.
              Dalam rangka melaksanakan tugas tersebut, Ida mengungkap sejak tahun lalu pihaknya telah
              membangun BLK Komunitas di wilayah Pulau Cendrawasih. Ia pun menyampaikan di tahun 2021
              ini, Kemnaker akan membangun 25 BLK Komunitas di Provinsi Papua dan Papua Barat.

              Tak hanya itu, Ida juga menyebutkan ada 23 kejuruan yang masuk ke dalam program pelatihan
              vokasi yang diselenggarakan BLK Komunitas. Beberapa kejuruan yang termasuk dalam program
              tersebut  antara  lain  Teknik  Otomotif,  Teknik  Konstruksi  Furniture  dan  Kriya  Kayu,  Teknik
              Informatika,  Multimedia,  Desain  Komunikasi  Visual,  Pengolahan  Hasil  Pertanian,  Pengolahan
              Hasil Perikanan, Desain Mode dan Tekstil, Tata Rias, Bahasa, Perhotelan, Kesehatan Tradisional,
              Seni Kuliner, dan Hubungan Industrial.

                                                           132
   128   129   130   131   132   133   134   135   136   137   138