Page 163 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 9 JUNI 2021
P. 163
Ringkasan
Terciptaan SDM kompeten menjadi program prioritas pemerintah di bawah pimpinan Presiden
Joko Widodo (Jokowi). Sebagai salah satu upaya untuk mewujudkan program prioritas tersebut,
pemerintah terus memperkuat pelatihan vokasi melalui program BLK Komunitas. Wakil Presiden
Amin mengatakan, saat ini persaingan dunia sudah semakin ketat, sehingga kecepatan,
ketepatan, dan efisiensi harus dijadikan fondasi penting untuk bersaing, termasuk persaingan di
sektor ketenagakerjaan.
WAPRES RESMIKAN 1.014 BLK KOMUNITAS
Terciptaan SDM kompeten menjadi program prioritas pemerintah di bawah pimpinan Presiden
Joko Widodo (Jokowi). Sebagai salah satu upaya untuk mewujudkan program prioritas tersebut,
pemerintah terus memperkuat pelatihan vokasi melalui program BLK Komunitas.
Wakil Presiden Amin mengatakan, saat ini persaingan dunia sudah semakin ketat, sehingga
kecepatan, ketepatan, dan efisiensi harus dijadikan fondasi penting untuk bersaing, termasuk
persaingan di sektor ketenagakerjaan.
"Tantangan nyata yang dihadapi adalah langkah- langkah strategis apa yang harus kita lakukan
dalam menyiapkan SDM yang mampu menghadapi tantangan di masa depan yang diisi oleh
teknologi digital seperti big data, artificial intelligent, internet of things," ucap Wapres ketika
menghadiri Rembuk Nasional Vokasi dan Kewirausahaan serta peresmian BLK Komunitas Tahun
2020 di Pondok Pesantren Cipasung, Singaparna, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, Selasa
(8/6/2021).
Salah satu upaya penyiapan SDM tersebut, kata Wapres, pemerintah melalui Kementerian
Ketenagakerjaan telah membuat program BLK Komunitas sejak tahun 2017.
"Tujuannya adalah mendekatkan akses pelatihan vokasi kepada masyarakat, mencetak SDM
unggul, dan memberikan bekal keterampilan dan kompetensi kerja," imbuhnya.
BLK Komunitas adalah unit pelatihan vokasi pada suatu komunitas di Lembaga Pendidikan
Keagamaan Non Pemerintah yang meliputi pondok pesantren, seminari, dhammasekha, dan
pasraman dan Lembaga keagamaan non pemerintah serta komunitas serikat pekerja/serikat
buruh (SP/SB) yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia.
"Alhamdulillah, pada tahun 2020, Kementerian Ketenagakerjaan telah membangun 1.014 BLK
Komunitas, sehingga sampai dengan akhir tahun 2020, pemerintah melalui Kementerian
Ketenagakerjaan telah berhasil mendirikan 2.127 BLK Komunitas yang tersebar di seluruh
wilayah Indonesia," ungkap Wapres Ma'ruf Amin.
Agar pembangunan BLK Komunitas semakin relevan dengan tujuan pendiriannya, Wapres Ma'ruf
mendorong kejuruan pelatihan terus dikembangkan dengan menyesuaikan kebutuhan pasar
kerja dan dunia industry (link and match).
Selain itu, pelatihan BLK Komunitas juga mendorong minat masyarakat untuk berwirausaha dan
membuka lapangan kerja baru. Sehingga pada akhirnya dapat menekan angka pengangguran
dan memulihkan perekonomian nasional.
"Di tengah dinamika perkembangan dunia saat ini, peserta pelatihan di BLK Komunitas harus
mampu menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi. Kecakapan akan hal ini nantinya akan
berperan dalam menentukan kemajuan bangsa," terangnya.
162

