Page 179 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 7 JUNI 2021
P. 179

SEBANYAK 2.700 KARYAWAN KENA PHK IMBAS PENUTUPAN GIANT

              Jakarta, - Supermarket Giant dipastikan akan tutup pada bulan Juli mendatang. Kementerian
              Ketenagakerjaan  (Kemnaker)  menyebut  setidaknya  ada  2.700  karyawan  akan  mengalami
              (Pemutusan Hubungan Kerja) PHK imbas dari penutupan Giant.

              Kemnaker  menyatakan  bakal  mengawal  rencana  PHK  karyawan  Giant.  Salah  satunya
              memastikan  karyawan  Giant  mendapatkan  hak-haknya  sesuai  dengan  ketentuan  peraturan
              perundang-undangan.

              "Pemerintah terus mengawal proses hubungan industrial yang terjadi di Giant. Kita akan terus
              kawal guna memastikan para pekerja mendapatkan hak-haknya sesuai ketentuan perundang-
              undangan," kata Sekjen Anwar dalam keterangannya, Jumat (4/6).

              Anwar  menjelaskan,  manajemen  juga  sudah  melakukan  sosialisasi  kepada  para  pekerja  dan
              berkomunikasi dengan serikat pekerja terkait kebijakan penutupan gerai Giant, serta kompensasi
              yang diberikan berdasarkan perjanjian kerja bersama (PKB). "Manajemen juga mengupayakan
              penempatan para pekerja yang di-PHK ke unit bisnis lain," jelas Sekjen Anwar.

              Selain  itu,  Dirjen  PHI  dan  Jamsos  Kemnaker,  Indah  Anggoro  Putri,  menambahkan,  Giant
              menutup  usaha  semata-mata  dikarenakan  faktor  bisnis.  Menurutnya  persaingan  bisnis  yang
              dihadapi Giant ketat dan terkena efek pandemi Covid-19.

              "Bahwa  penutupan  Giant  Hypermarket  merupakan  keputusan  bisnis  sebagai  akibat  pandemi
              COVID-19 dan persaingan usaha, serta melihat potensi pertumbuhan lebih tinggi ke arah brand
              lain," kata Putri.

              Putri mengapresiasi pihak manajemen dan pekerja yang mampu mendialogkan permasalah ini
              secara  bipartite  dengan  mengedepankan  asas  musyawarah  mufakat.  "Concern  kami  adalah
              bagaimana  para  pekerjanya  ini  mendapatkan  hak-haknya  sesuai  peraturan  perundang-
              undangan. Ini harus kita kawal," ujarnya.

































                                                           178
   174   175   176   177   178   179   180   181   182   183   184