Page 228 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 24 JUNI 2021
P. 228

Kesehatan  Kota  Surabaya,  Febria  Rachmanita  mengungkapkan,  sebagian  besar  fasilitas
              kesehatan yang dipilih adalah rumah sakit yang pernah menjalankan vaksin program pemerintah.
              "Vaksin  gotong  royong  kita  sudah  menetapkan  ada  28  yang  bisa  menjadi  Faskes  pelaksana
              vaksin gotong royong," ujarnya di Surabaya, Rabu (23/6).

              Febria  menjelaskan,  program  vaksin  gotong  royong  menyasar  masyarakat  umum  seperti
              karyawan dan buruh perusahaan. Meski demikian, peserta vaksin dari kalangan perorangan juga
              diperbolehkan  mengikuti  program  tersebut.  Ia  mengungkapkan,  Kota  Surabaya  mengajukan
              sekitar 100 ribu vial vaksin gotong royong kepada pemerintah pusat.

              "Jadi  vaksin  gotong  royong  itu  merknya  berbeda  dengan  vaksin  program  sebelumnya,  tidak
              sama. Faskesnya pun tidak bisa dipakai lagi menjadi Faskes untuk vaksin program, karena P-
              Carenya mempunyai akun yang berbeda," ujarnya.

              Untuk  mendukung  percepatan  program  vaksinasi  gotong  royong,  Dinkes  Surabaya  telah
              menerbitkan SK bagi Faskes yang lolos verifikasi dan memenuhi persyaratan. Sedangkan untuk
              vaksinnya, nantinya akan disiapkan oleh Bio Farma.

              "Jadi Faskes itu bekerja sama dengan Bio Farma dan perusahaan. Sehingga vaksin itu akan
              diturunkan  ke  Faskes  yang  sudah  ada  SK-nya. Mudah-mudahan  akhir  bulan  ini  sudah  bisa,"
              katanya  Febria  menyatakan,  Pemkot  Surabaya  menargetkan  sekitar  1,8  juta  warga  Kota
              Pahlawan bisa disuntik vaksin Covid-19. Ia berharap, target itu dapat tercapai tuntas di 2021.
              Febria  mengatakan,  Pemkot  Surabaya  terus  mendorong  percepatan  vaksinasi  Covid-19  agar
              segera terbentuk herd immunity.

              Febria menjabarkan, hingga saat ini pelaksanaan vaksinasi bagi warga lanjut usia telah mencapai
              sekitar 223 ribu jiwa atau 87 persen dari 253 ribu sasaran. Sedangkan untuk program vaksinasi
              guru dan tenaga pendidikan telah mencapai 95 persen.

              "Guru masih kurang sekitar 1000-an, yang guru SMA. Untuk guru SD, SMP dan Paud sudah
              (divaksin) semua. Data guru peserta vaksinasi 48 ribu yang terdaftar ke kami. Jadi sudah sekitar
              95 persen," kata dia.


































                                                           227
   223   224   225   226   227   228   229   230   231   232   233