Page 230 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 24 JUNI 2021
P. 230

TKA MASUK INDUSTRI STRATEGIS, LUHUT: ENGGAK BOLEH MARAH, ADA ALIH
              TEKNOLOGI
              Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan,
              kurang  tepat  jika  hanya  menyalahkan  masuknya  tenaga  kerja  asing  (TKA)  ke  sektor-sektor
              industri strategis tanpa mempelajari teknologi yang dibawa.

              Sebab kata dia, dengan mempelajari teknologi yang dibawa oleh investor asing atau pekerja
              asing akan terjadi alih teknologi .

              "Kita  enggak  boleh  marah-marah  karena  enggak  dapat  tempat,  karena  bagaimana  pun
              teknologinya kita  harus belajar  juga.  Jadi  ada  alih  teknologi,"  ujar  Luhut  dalam  siaran  pers,
              Jakarta, Rabu (23/6/2021).

              Luhut sudah melakukan kunjungan ke kawasan IWIP di Halmahera Tengah, Maluku Utara pada
              Selasa (22/6/2021).

              Menurut  pengamatannya  dalam  kunjungan  tersebut,  Luhut  mengatakan,  sudah  mulai  ada
              tenaga kerja lokal yang bekerja di bagian teknis di kawasan tersebut.

              "Seperti  kita  lihat  tadi  di  room  control  sudah  banyak  anak-anak  kita.  Ada  yang  dari jurusan
              matematika, pariwisata dan macam-macam. Tapi saya minta harus ada sekolah yang khusus
              agar bisa lebih bagus kedepannya," kata dia.

              Luhut meminta investor PT Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP) membantu meningkatkan
              kualitas pendidikan di Halmahera Tengah.

              IWIP ditargetkan menjadi kawasan industri yang akan mengolah sumber daya mineral dari mulut
              tambang hingga menjadi produk akhir. Kawasan industri ini dikelola PT IWIP yang merupakan
              perusahaan patungan dari tiga investor China yaitu Tsingshan, Huayou, dan Zhenshi.

              Selama 2,5 tahun sejak dilakukan peletakan batu pertama, investasi yang digelontorkan oleh
              investor senilai kurang lebih 5 miliar dollar AS dan akan terus bertambah hingga 11 miliar dollar
              AS.

              "Saya minta untuk IWIP membantu tingkatkan kualitas pendidikan di sini dengan membangun
              politeknik, seperti di Morowali. Sehingga nanti anak-anak lokal bisa menikmati pendidikan yang
              berkualitas," kata Luhut.

              Menurut  Luhut,  dengan  adanya  kawasan  industri  yang  terintegrasi  tersebut,  maka  menjadi
              tempat  praktik  yang  bagus  bagi  para  pelajar  politeknik  nantinya.  Dengan  demikian,  bisa
              meningkatkan kemampuan sumber daya manusia (SDM) dalam negeri.

              Sehingga  diharapkan  SDM  Indonesia,  khususnya  penduduk  lokal  di  wilayah  tersebut,  bisa
              menggantikan peran tenaga asing yang saat ini bekerja di kawasan industri itu.

              "Jadi  semua  industri  strategis  seperti  ini,  nanti  harus  ada  politeknik  yang  khusus  untuk
              menampung anak-anak di sekitar pabrik agar suatu ketika bisa menggantikan pegawai-pegawai
              asing di pabrik-pabrik ini," ujar dia.

              Selain  pembangunan  politeknik  untuk  masyarakat  lokal,  Luhut  juga  meminta  agar  PT  IWIP
              memperhatikan  aspek  lingkungan.  Diantaranya  dengan  perlunya  melakukan  penanaman
              mangrove di sekitar kawasan, seperti di Kawasan Industri Morowali.





                                                           229
   225   226   227   228   229   230   231   232   233   234   235