Page 570 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 5 OKTOBER 2020
P. 570
Judul Guru Honorer dan Guru Agama Bakal dapat BLT
Nama Media wartaekonomi.co.id
Newstrend Bantuan Tenaga Honorer
Halaman/URL https://www.wartaekonomi.co.id/read306971/guru-honorer-dan-guru-
agama-bakal-dapat-blt
Jurnalis Redaksi
Tanggal 2020-10-02 09:37:00
Ukuran 0
Warna Warna
AD Value Rp 17.500.000
News Value Rp 52.500.000
Kategori Kementerian Ketenagakerjaan
Layanan Korporasi
Sentimen Positif
Narasumber
neutral - Ida Fauziyah (Menteri Ketenagakerjaan) Selain para pekerja bergaji di bawah Rp5 juta,
ada sektor lain yang juga sangat membutuhkan bantuan subsidi gaji/upah ini. Mereka adalah
para guru honorer dan guru agama. Maka, Kemenaker akan menyerahkan sisa anggaran, akan
dikembalikan, ke Bendahara Negara
positive - Ida Fauziyah (Menteri Ketenagakerjaan) Sekali lagi, kami sampaikan bahwa subsidi
gaji/upah adalah salah satu upaya kita bersama dalam mendukung Pemulihan Ekonomi Nasional
(PEN) akibat pandemi Covid-19. Oleh karenanya, kami berharap Bantuan Pemerintah Berupa
Subsidi upah/gaji hendaknya digunakan untuk membeli kebutuhan primer misalnya sembako
atau produk buatan dalam negeri dan UMKM kita
Ringkasan
Kementerian Ketenagakerjaan akan memberikan BLT subsidi gaji kepada guru honorer di
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) dan Kementerian Agama (Kemenag).
Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah mengatakan, anggaran BLT bagi guru honorer
merupakan sisa yang tidak terpakai dari target penyaluran subsidi gaji yang harusnya diterima
15,7 juta pekerja. Sebab, hingga saat ini, baru 12,4 juta data pekerja yang valid sehingga ada
sisa sekitar 3,3 juta peserta dari target sebanyak 15,7 juta pekerja.
GURU HONORER DAN GURU AGAMA BAKAL DAPAT BLT
Kementerian Ketenagakerjaan akan memberikan BLT subsidi gaji kepada guru honorer di
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) dan Kementerian Agama (Kemenag).
Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah mengatakan, anggaran BLT bagi guru honorer
merupakan sisa yang tidak terpakai dari target penyaluran subsidi gaji yang harusnya diterima
15,7 juta pekerja. Sebab, hingga saat ini, baru 12,4 juta data pekerja yang valid sehingga ada
sisa sekitar 3,3 juta peserta dari target sebanyak 15,7 juta pekerja.
569

