Page 412 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 3 AGUSTUS 2020
P. 412

Ringkasan

              Besaran gaji direktur eksekutif manajemen pelaksana  Kartu Prakerja  yang mencapai Rp 77,5
              juta, menjadi perbincangan.

              Anggota Komisi IX DPR Fraksi PDIP Rahmad Handoyo berusaha melihat polemik ini dari dua
              sisi.

              Pada satu sisi, dia menilai besaran gaji tersebut wajar.



              GAJI DIREKTUR EKSEKUTIF PROGRAM KARTU PRAKERJA RP 77,5 JUTA,
              POLITIKUS PDIP: WAJAR

              WARTAKOTALIVE, JAKARTA  - Besaran gaji direktur eksekutif manajemen pelaksana  Kartu
              Prakerja  yang mencapai Rp 77,5 juta, menjadi perbincangan.

              Anggota Komisi IX DPR Fraksi PDIP Rahmad Handoyo berusaha melihat polemik ini dari dua
              sisi.

              Pada satu sisi, dia menilai besaran gaji tersebut wajar.

              "Saya  kira  itu  sebuah  hal  yang  wajar  mengingat  tanggung  jawabnya  sangat  besar."   "Juga
              karena mengelola dana yang sangat besar," ujar Rahmad ketika dihubungi  Tribunnews  , Kamis
              (30/7/2020).

              Menurutnya, alasan dibalik besaran gaji tersebut juga tak lepas dari harapan pemerintah agar
              dalam program itu tidak terjadi korupsi.

              "Mungkin  untuk  menghindarkan  hal-hal  yang  tidak  diinginkan,  atau  menghindarkan  moral
              hazard."    "Karena  sudah  digaji  besar  harapannya  itu  tidak  tergoda  hal  yang  kita  harapkan
              bersama."  "Meskipun itu tidak menjamin juga," tuturnya.

              Di sisi lain, Rahmad menyoroti kenyataan masih banyaknya kritikan yang timbul dari masyarakat
              akan program  Kartu Prakerja  .

              Mulai dari proses hingga hasil program  Kartu Prakerja  tersebut, dinilai tidak sepadan dengan
              besaran gaji yang diterima para manajemen pelaksananya.

              "Cuma masalahnya adalah gaji sudah begitu besar, tapi kerjanya tidak sesuai dengan harapan
              kita bersama."   "Nah, itu menjadi pertanyaan. Itu perlu review eksekutifnya atau programnya,
              ya kita harus melihat bersama."  "Kritikan dari masyarakat itu ya harus kita dengarkan bersama."
              "Terkait  pekerjaannya,  prosesnya,  hasilnya  yang  dilatih  atau  materi  yang  dilatih  itu  tidak
              menunjukkan sesuatu hal yang bergaji sedemikian rupa," paparnya.

              Politikus  asal  Boyolali,  Jawa  Tengah  itu  kemudian  menilai  perlu  adanya  input  kepada  para
              manajemen pelaksana untuk mengelola, menjalankan, dan mendesain program itu benar-benar
              sesuai harapan masyarakat.

              Apalagi, kata dia, program  Kartu Prakerja  ini menanggung tujuan yang besar.

              Terutama, dalam rangka menyiapkan sumber daya manusia yang siap kerja atau para pekerja
              untuk bersiap kerja mandiri.



                                                           411
   407   408   409   410   411   412   413   414   415   416   417